Monumen Pahlawan Covid-19, Pengingat Pejuang Garda Depan
Monumen Pahlawan Covid-19 di Bandung, siapa yang belum mengenalnya? Pernahkah Anda melihat monumen ini? Atau, tahukah Anda di mana letak penanda peringatan tersebut?
Sebetulnya sangat mudah menemukan Monumen Pahlawan Covid-19 karena berada di dekat pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Jika Anda melintas di Jalan PHH Mustofa seputar Lapang Gasibu, Anda akan melihatnya dengan sangat jelas. Posisi monumen ini berada di sebelah utara lapang tersebut, yaitu di kawasan kompleks Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monpera).
Dari Gedung Sate, monumen menjulang berwarna keabuan itu juga terlihat. Jika diperhatikan dengan saksama, letaknya sejajar dengan Gedung Sate, Lapang Gasibu, Monpera, bahkan satu garis dengan Gunung Tangkuban Parahu.
Lantas, apa itu Monumen Pahlawan Covid-19?
Secara resmi, Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin meresmikan monumen ini pada 4 Desember 2021. Monumen ini didedikasikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur ketika memperjuangkan keselamatan masyarakat. Tepatnya, penghargaan kepada para petugas garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.
Selain itu, monumen estetis ini juga sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia khususnya Jawa Barat pernah melewati ujian besar pandemi Covid-19. Indonesia termasuk negara yang dinilai berhasil mengatasi pandemi Covid-19.
Welcome plaza
Mulanya, monumen ini akan difungsikan sebagai “welcome plaza” dan gerbang pandang. Sejak 2014, proyek pembangunannya masuk dalam master plan revitalisasi kawasan Monpera dan Gasibu. Namun, karena pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat refocusing dan merasionalisasi anggaran pembangunan proyek.
Kehadiran welcome plaza yang menghubungkan Gedung Sate, Gasibu, Monpera, dan Gunung Tangkuban Parahu tersebut memang menambah estetika kota. Gerbang pandang ini seperti membingkai pola dari utara sehingga terlihat kawasan Gasibu dan Gedung Sate. Sebaliknya, sedangkan dari selatan akan terlihat Monpera dan Gunung Tangkuban Parahu.
Dalam perjalanannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian menggagas fungsi landmark tersebut sehingga menamakannya Monumen Pahlawan Covid-19. Ada 291 nama yang tercatat di monumen ini, antara lain 44 tenaga kesehatan yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).*
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
