Mengintip Monumen Solidaritas Asia Afrika
Monumen Solidaritas Asia Afrika di pertigaan Jalan Asia Afrika di sebelah timur Alun-alun Kota Bandung berdiri menceritakan sejarah yang tak terhingga. Di balik konstruksinya yang modern, banyak aspek dan nilai sejarah yang mengagumkan khususnya bagi perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Tepat di samping monumen ini adalah sebuah jalan spesial, yaitu Palestine Walk yang estetis. Palestine Walk membentang sekira 100 meter dari ujung utara (di sekitar Monumen Solidaritas Asia Afrika) hingga ke ujung barat, yaitu Jalan Dalem Kaum.
Kedua landmark di jantung kota lama itu boleh dibilang spesial di Kota Bandung. Ya, Monumen Solidaritas Asia Afrika menjadi salah satu penanda sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang berlangsung di Gedung Merdeka. Konferensi ini telah menjadi berita internasional yang salah satunya menggaungkan solidaritas dan pentingnya perdamaian dunia.
Konstruksi
Konstruksi Monumen Solidaritas Asia Afrika terbuat dari granit berwarna hitam mengilap dan berbentuk menyerupai trapesium. Di bidang atau sisi timur terdapat tulisan emas Asia Afrika dengan huruf kapital cukup besar.
Ada pun di bagian sisi yang menghadap Jalan Asia Afrika bertuliskan sebuah kutipan Soekarno. Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia sekaligus tokoh KAA. Tulisan tersebut menyeru kepada seluruh bangsa di dunia, khususnya bagi bangsa Asia dan Afrika. “Let a new Asia and new Africa be born.”
Sisi barat monumen ini dihias dengan tulisan nama-nama negara peserta KAA sesuai urutan alfabet dalam bahasa Inggris. Di atas monumen ini terdapat ornamen bola dunia yang terbuat dari material logam. Meski secara keseluruhan kondisi monumen cukup baik, tetapi ada beberapa bagian yang sudah rusak dan hilang.
Tertulis pada prasasti di sekitar monumen, Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti pada 24 April 2015 bertepatan dengan peringatan 60 tahun KAA.
Sejak monumen dibangun, banyak warga Bandung dan sekitarnya serta wisatawan yang berfoto di sekitar monumen. Selain dibuat sebagai pengingat peristiwa sejarah, monumen tersebut turut mempercantik landmark kota, khususnya di pusat Kota Bandung.*
Bidik juga:
