Kue Pukis Mambo Warisi Resep Jadul dari Bangka
Sebagai salah satu jajanan pasar, kue pukis banyak digemari masyarakat. Cita rasanya yang manis menjadi keunggulan kue ini sehingga namanya dikenal luas. Tak mengherankan, kudapan dari bahan dasar tepung terigu, telur, gula pasir, dan santan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah.
Dari Kota Bandung, Kue Pukis Mambo di bilangan Cicadas bisa jadi opsi untuk dikedepankan sebagai kawan camilan. Memang, beberapa penjual kue ini banyak yang memilih berjualan pagi, tetapi pukis Mambo mulai menyapa pembeli menjelang sore hingga malam.
Populer sebagai jajanan kue tradisional dari kawasan Banyumas, Jawa Tengah, kue pukis telah menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Legitnya kue ini ternyata cocok dengan lidah masyarakat Indonesia pada umumnya.
Siapa sangka, kue ini sudah populer sejak era Pemerintah Hindia Belanda. Sedikit cerita, masyarakat Sampang, Kebumen, banyak dipekerjakan oleh pemerintah kolonial untuk hanya mencetak pukis di atas pemanggang yang disebut beroncong. Sebab, resep adonan waktu itu terbilang masih rahasia dan hanya diketahui oleh orang-orang tertentu.
Akan tetapi, semakin hari resepnya semakin menyebar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang sudah mengetahui resepnya nekat mangkir dari pekerjaan itu dan mulai membuat kue pukis sendiri.
Resep Bangka
Kembali ke Pukis Mambo, ternyata sudah punya pengalaman berjualan pukis dengan resep dari Bangka sejak 1970-an sebelum membuka sendiri pada dekade 1990-an. Resep warisan itulah yang membedakannya dengan pukis yang lain saat ini. Malah, supaya resep tersebut menghasilkan pukis yang lezat didukung dengan cara mengolah yang baik, higienis, dan apik. Kunci lainnya ada pada terigu berkualitas dan gula tebu asli.
Alhasil, adonan yang pas itu siap dituangkan ke dalam cetakan waja berbentuk setengah bulan dan dipanggang di atas api. Bentuk cetakan seperti ini sekaligus mengantarkan pukis punya bentuk yang unik. Setelah matang, warna bagian bawahnya kecokelatan dan atasnya krem, yaitu mirip kuning gading.
Pukis Mambo yang empuk dan mengembang tersedia dalam empat varian topping yakni meses cokelat, meses cokelat warna-warni, pandan, dan cokelat. Harga per bijinya dijual Rp2.500.*
Bidik juga:
