Skip links
Sumber Hidangan Roti Kuliner Legendaris Bandung Kelas Garasi.

3 Toko Roti Legendaris di Bandung

Anda penyuka roti? Cobalah jalan-jalan atau kulineran menikmati cita rasa “tempo dulu” roti legendaris di Kota Bandung yang masih dapat kita jumpai hingga sekarang. Sedari dulu, bahkan kerap diburu penggemar dan penikmatnya yang datang dari berbagai kalangan lintas zaman. Apa saja?

1. Sumber Hidangan

“Het Snoephuis” atau Rumah Manis. Inilah nama pertama Toko Roti Sumber Hidangan yang begitu populer di kalangan pribumi dan bule-bule Eropa khususnya Belanda. Toko roti legendaris ini sudah ada sejak 1929. Sesuai arti namanya, selain roti, toko ini juga menjual aneka kudapan manis lainnya seperti kue kering ala Belanda. Kabarnya, semua resep roti dan kue masih dipertahankan hingga sekarang.

Meskipun toko harus berganti nama menjadi nama keindonesiaan, nama-nama roti dan kue tetap dipertahankan. Sebut saja antara lain croissant, doublet, ananastaart, ontbijtkoek, kreentenbrood dan saucijsbrood. Aneka penganan tersebut tak pernah hilang dalam daftar menu mereka selama lebih dari 90 tahun.

Pembeli dan pengunjung yang datang ke tempat kudapan lekker ini akan disambut bangunan dan interior tempo dulu yang masih dipertahankan. Nuansa kuno mebel begitu kentara, plus perabot antik lainnya seperti mesin kasir dan timbangan meja. Di bagian dinding, terpajang pula foto-foto Toko Roti Sumber Hidangan tempo dulu yang mengingatkan akan sejarah Braga dan Kota Bandung.

Lokasi: di Jalan Braga 20.

2. Roti Djie Seng

Pabrik roti Djie Seng mulai berdiri dan beroperasi sejak 1950-an. Dulu, hasil produksi ragam penganan dari terigu dan ragi ini dijajakan dengan cara berkeliling menggunakan sapedah baheula. Dengan mempertahankan resep turun-temurun, roti ini terkenal empuk meski secara visual terlihat sederhana. Siapa sangka, roti Djie Seng ini memiliki banyak varian dan rasa, mulai dari roti tawar, roti isi rasa keju, cokelat hingga kadet. Soal harga, satu buah roti mulai dari Rp4.000, tergantung varian dan rasa. Ada tiga pabrik/toko Roti Djie Seng yang masih beroperasi hingga saat ini.

Lokasi: Jl. Astana Anyar 13A, Jl. Pasirkoja 205A, Jl. Rajawali Timur 175.

3. Roti Sidodadi

Toko Roti Sidodadi memulai usahanya dengan menjual kue carabikang dari berbahan dasar tepung beras pada 1954. Barulah pada tahun 1960-an, toko ini membuat roti yang diolah secara tradisional dengan tangan. Bertempat di bilangan Tegallega, toko yang digunakan masih mempertahankan bangunan lama hingga sekarang.

Oleh karena diolah tanpa menggunakan bahan pengawet maka roti legendaris ini hanya bisa bertahan antara 3 dan 4 hari saja. Bahan-bahan yang digunakan pun tak jauh berbeda dengan yang lain, yaitu tepung terigu, mentega, gula, telur, susu, dan garam. Namun, tekstur yang padat roti ini bikin penikmatnya merasa cepat kenyang. Inilah salah satu yang menjadi pembeda dibanding roti kekinian.

Semua proses pembuatan roti dilakukan sepanjang malam, sedangkan pembentukan dilakukan pagi hari dengan mempertahankan resep adonan dan cara lama. Meski begitu, Roti Sidodadi juga berinovasi dalam hal rasa. Di luar kue carabikang yang melegenda, sedikitnya ada 30 varian roti berbagai ukuran yang diproduksi, mulai dari rasa cokelat, keju hingga srikaya.

Lokasi: Jalan Oto Iskandardinata 255.*

Leave a comment