6 Merek Arloji Mewah Produksi Abad ke-19
Jam tangan atau arloji mewah bukan hanya melambangkan status sosial, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup. Oleh karena itu, munculnya jam tangan mewah menjadi prestise tersendiri bagi pemakainya.
Meski harganya boleh dibilang fantastis, tetapi desain dan kualitasnya boleh dibilang luar biasa. Dari sekian banyak merek, berikut 6 merek jam tangan terbaik yang diproduksi perdana abad ke-19:
Patek Philippe
Sang pendiri Antoine Norbert de Patek dan François Czapek pertama kali membuat jam saku pada 1 Mei 1839. Namun mereka berpisah dan Patek bergabung dengan Jean Adrien Philippe, pembuat jam asal Prancis. Philippe adalah penemu mekanisme lilitan tanpa kunci.
Patek Philippe memproduksi banyak arloji mewah dan canggih. Sejumlah paten telah dikantonginya seperti regulator presisi pada 1881. Lalu paten mekanisme kalender abadi untuk jam tangan saku dan paten untuk kronograf ganda pertama.
Audemars Piguet
Jules Louis Audemars dan Edward Auguste Piguet memulai produksi jam pada 1875 di Swiss. Perusahaan ini makin sohor setelah memperkenalkan jam tangan Royal Oak pada 1972. Salah satu pencapaian awal Audemars Piguet adalah menciptakan jam tangan pengulangan menit pertama di dunia pada 1892.
Perusahaan juga mengembangkan jam tangan kerangka pertama pada 1934. Pencapaian lainnya adalah memproduksi jam tangan tertipis di dunia, antara lain tourbillon otomatis ultra-tipis tahun 1986 (Calibre 2870).
IWC Schallhausen
Warisan International Watch Company (IWC) berakar kuat pada semangat kepeloporan dan kewirausahaan Amerika. Florentine Ariosto Jones—pembuat jam tangan dari Boston, mendirikan IWC pada 1868. Ia beroleh bantuan dari pembuat jam asal Swiss yang berkualitas dan berteknologi modern.
The Rauschenbachs—keluarga industrialis dari Schaffhausen, mengambil alih perusahaan setelah Jones kembali ke kampung halamannya. Selama berusaha di tahun-tahun awalnya, IWC Schaffhausen memproduksi jam tangan saku dengan tampilan “Pallweber” digital, serta jam tangan pria dan wanita.
Breitling
Breitling SA dikenal sebagai produsen jam tangan mewah Swiss yang berbasis di Grenchen. Perusahaan ini didirikan pada 1884 oleh Leon Breitling di Saint-Imier. Salah satu pencapaiannya adalah produk jam mekanis kronometer yang dirancang presisi untuk penerbang.
Gaya jam tangan Breitling punya ciri khas kasing yang dipoles dan bagian depan jam tangan besar yang dirancang untuk meningkatkan keterbacaan. Selain penerbang, jam tangan ini juga banyak dipasarkan untuk aktivitas menyelam (superocean).
Jaeger-LeCoultre
Di jantung Vallée de Joux, Swiss, produsen jam tangan Jaeger-LeCoultre terus memperbaharui kreativitas dan daya ciptanya sejak 1833. Seratus delapan puluh delapan tahun dilewati untuk menghembuskan kehidupan hati jam tangan dan setiap komponennya.
Koleksi ikonik Jaeger-LeCoultre antara lain Riverso yang lahir dari gerakanArt Deco pada 1931. Selain itu Master dengan garis maskulin klasik dan halusnya atau Atmos, arloji pendulum dengan gerakan hampir abadi yang membentuk kebanggaan produsen.
Omega
Omega SA lahir dari dapur produksi jam tangan yang berbasis di Bienne Swiss pada 1848 oleh sang pendiri, Louis Brandt, termasuk dalam jajaran merek jam tangan mewah hingga sekarang. Salah satu seri populernya adalah Speedmaster, selain Constellation, Seamaster dan De Ville.
Omega Speedmaster, bahkan pernah dipakai astronot Walter Schirra ke luar angkasa pada 1962 ketika misi pesawat Mercury-Atlas 8 (Sigma 7). Saat ini, brand jam tangan ini dimiliki oleh Swatch Group.
Tanpa mengesampingkan brand lain, Kelas Garasi juga menemukan Chopard, Ulysse Nardin, Piaget SA, Panerai, A Lange & Shöhne, dan Tag Heuer sebagai merek jam tangan mewah produksi perdana abad ke-19.*
Foto: jam tangan Patek Philippe (prestige.com)
Bidik juga:
