Mengenal Teori dan Harmoni Warna dalam Fotografi
Mengenal teori dan harmoni warna dalam fotografi bisa menambah pengetahuan Anda saat memotret atau mengedit foto. Menurut catatan sejarah, berabad-abad lalu ilmuwan Sir Isaac Newton menemukan teori tentang warna tersebut.
Teori dan roda warna, bahkan sudah digunakan pada semua aspek kehidupan. Misalnya desain dan fotografi, pakaian, untuk memperkuat daya tarik, dan estetika visual. Berikut ini harmoni lima warna yang paling umum.
Warna-warna komplementer
Saat ini, salah satu harmoni warna yang paling umum dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan adalah kombinasi warna komplementer. Secara umumn, dalam spektrum warna, warna-warna komplementer ditentukan dari warna yang saling berlawanan satu sama lain.
Sebagai contoh, hijau dan merah, ungu dan kuning, warna biru dan jingga. Kombinasi warna ini memunculkan kontras dari nada warna yang hangat dan sejuk serta kerap digunakan untuk memperlihatkan titik fokal atau untuk menambahkan daya tarik/tegangan terhadap foto. Oleh karena hanya memerlukan dua warna, kombinasi ini sangat mudah digunakan untuk menghasilkan pengambilan foto yang dinamis.
Warna-warna analog
Di antara harmoni warna lain, warna-warna analog tampak paling halus dalam kontras. Tak mengherankan, hasil akhir dari foto yang memakai kombinasi warna ini dinilai memiliki suatu aura kuat yang penuh ketenangan. Apa sebab?
Hal tersebut karena transisi yang mulus dari tiga warna yang saling berdampingan dalam roda warna. Akan tetapi, warna-warna analog bukanlah warna yang paling mudah didapatkan, bahkan kerap membutuhkan sedikit perbaikan pascaproduksi untuk mencapai efek yang diharapkan.
Warna triad
Pada dasarnya, kombinasi warna triad menggunakan setiap warna keempat pada roda warna. Sebagai sebuah pengukur, kombinasi ini harus menciptakan sebuah segitiga sama sisi ketika warnanya diberi tanda dengan sebuah garis penghubung. Hal ini akan menghasilkan sebuah ketidakseimbangan rasio warna 2:1.
Seperti rule of third, kombinasi warna triad membawakan daya tarik visual dan adanya persepsi susunan melalui kualitas dari ketidakseimbangan yang mengejutkan. Singkat kata, untuk menggunakan kombinasi warna triad berarti menyoroti satu warna dominan, sementara dua warna lainnya berperan sebagai warna pelengkap.
Warna-warna split komplementer
Dikenal juga sebagai harmoni campuran, warna-warna split komplementer menggunakan dua warna yang bergantian ditambah dengan satu warna tambahan yang berlawanan dengan warna yang diloncatinya (mengacu pada diagram di atas).
Melalui ketidakseimbangan rasio warna 2:1, perbedaan warna split komplementer terletak pada penggunaan barisan warna yang lebih dekat. Efeknya, terlihat lebih selaras antara warna hangat dan sejuk. Perubahan kecil tersebut menghasilkan kontras visual yang lebih kuat ketimbang kombinasi triad.
Warna-warna tetrad
Secara umum, kombinasi warna tetrad menggunakan empat warna. Harmoni ini meliputi dua kombinasi komplementer yang membentuk sebuah persegi panjang ketika ditarik dengan sebuah garis penghubung. Akhir persegi panjang yang lebih pendek selalu merupakan satu warna yang berjarak terpisah.
Memahami teori dan harmoni warna bukan satu-satunya yang harus dipelajari seorang fotografer sepanjang kariernya. Anda bisa mencari skema warna mana yang cocok sebagai sebuah panduan.*
Gambar: canselori.umt.edu
Sumber: canon-asia
Bidik juga:
