Tol Cisumdawu dan Panorama yang Memukau
Tol Cisumdawu yang menghubungkan Cileunyi (Kabupaten Bandung) dan Dawuan (Kabupaten Sumedang) telah menjadi bagian penting pembangungan di kawasan Metropolitan Bandung khususnya di bagian timur. Kehadirannya juga menjadi penghubung yang efektif dari Bandung–Sumedang menuju daerah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
Bagi Anda yang sudah pernah melalui tol sepanjang 61,6 kilometer ini, mungkin sudah tak asing dengan panoramanya. Dalam pembangunannya, tol dibagi enam seksi. Seksi 1 Cileunyi–Pamulihan (11,4 km), Seksi 2 Pemulihan–Sumedang (17,05 km), dan Seksi 3 Sumedang–Cimalaka (4,05 km). Selanjutnya, Seksi 4 Cimalaka–Legok (8,2 km), Seksi 5A dan 5B Legok–Ujungjaya (14,9 km), dan Seksi 6A dan 6B Ujungjaya–Dawuan (6,06 km).
Salah satu titik keindahan tol Cisumdawu terdapat jalan yang berkelok-kelok di atas jalan tol. Berikut ini beberapa daya pikat tol yang pembangunannya dimulai pada 2011 dan diresmikan pada 2023.
Menembus perut bukit
Tol yang menyuguhkan panorama pegunungan dan perbukitan indah di Tanah Priangan ini memiliki terowongan kembar. Terowongan ini panjangnya 472 meter dengan diameter masing-masing terowongan 14 meter.
Terowongan yang menembus perut bukit tersebut berada di Seksi 2, tepatnya di Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Seturut teknis pengerjaannya, terowongan dibangun dengan menerapkan teknologi New Austrian Tunneling Method (NATM).
Terdapat jalan berkelok di atas tol
Masih di sekitar lokasi terowongan kembar, terlihat jalan raya terbentang di atas tol. Jalan dan jembatan yang bersilangan tersebut menghubungkan permukiman warga khususnya di Desa Cilengser, Kecamatan Rancakalong. Penampilan jalan berkelok tersebut menjadi salah satu pemandangan spektakuler apalagi jika dilihat dari udara. Panorama hijau perbukitan menambah estetik jalan tol di sekitar terowongan.
Permudah konektivitas ke Bandara Kertajati
Kehadiran Tol Cisumdawu juga mendukung pengembangan kawasan Segitiga Rebana (Cirebon–Subang–Majalengka) sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Selain itu, kehadiran tol sekaligus mempermudah konektivitas ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang dikenal juga sebagai Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Tentu, berkat kehadiran tol ini, waktu tempuh dari Kota Bandung ke Bandara Kertajati menjadi lebih singkat.*
Bidik juga:
