Tips dan Ide Fotografi Panning (5)
Tak ada pendekatan baku untuk mendapatkan gambar bagus dengan teknik fotografi panning. Itulah mengapa Anda harus banyak bereksperimen apalagi Anda baru pertama melakukannya. Meski begitu, tiga teknik fotografi panning berikut bisa Anda cermati.
Bersabar dan fleksibel
Jika Anda akan mencoba panning untuk pertama kalinya, Anda harus mencobanya dengan pendekatan eksperimental. Proses ini bisa sangat menyenangkan, tetapi juga bisa cukup membuat frustrasi.
Jika Anda berada di acara khusus dengan subjek yang bergerak cepat (seperti mobil balap), Anda mungkin ingin mengubah gaya fotografi Anda. Jangan hanya menggunakan teknik ini untuk seluruh pemotretan. Pastikan Anda juga mengambil beberapa foto yang lebih konvensional sambil menggunakan kecepatan rana yang cepat. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan beragam foto. Meskipun hasil foto panning Anda tidak begitu bagus, Anda tetap akan memiliki beberapa foto bagus untuk dibagikan di media sosial.
Ingat juga bahwa subjek utama Anda kemungkinan besar tidak akan pernah benar-benar tajam dan fokus. Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan subjek yang relatif tajam dibandingkan dengan latar belakangnya. Dengan sedikit efek blur pada subjek utama Anda justru akan menambah kesan gerak dalam foto.
Jangan takut untuk melakukan panning di hari yang cerah
Seperti yang Anda ketahui, panning melibatkan memperlambat kecepatan rana.
Meskipun ini cukup mudah dalam kondisi pencahayaan yang buruk, pada hari yang cerah, Anda mungkin kesulitan menurunkan kecepatan rana tanpa menyebabkan overexposure.
Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini. Pertama, turunkan ISO pada kamera Anda ke ISO 100, dan pastikan aperture diatur ke angka f yang sangat tinggi, misalnya f/16. Biasanya, angka f yang tinggi menyebabkan keburaman karena difraksi. Akan tetapi, karena foto panning memang sedikit buram, hal itu tidak akan menjadi masalah!
Jika mempersempit aperture dan menurunkan ISO masih belum memberikan kecepatan rana yang cukup lambat, coba tambahkan filter polarisasi. Anda juga bisa menambahkan filter neutral density di bagian depan lensa Anda. Filter ini akan menghalangi sebagian cahaya sehingga Anda dapat menangkap gambar yang detail pada kecepatan rana yang dibutuhkan.
Jangan lupakan komposisi
Panning cukup sulit jika Anda hanya memikirkan faktor teknis, tetapi setelah Anda memahami dasar-dasarnya, penting juga untuk memperhatikan komposisi.
Saat panning, menjadi sangat mudah untuk fokus hanya pada keseimbangan subjek, sampai-sampai Anda akhirnya hanya menempatkannya di tengah bingkai. Meskipun ini bisa berhasil, terkadang lebih baik untuk mencampuradukkan berbagai hal. Misalnya, dengan menempatkan subjek di salah satu tepi bingkai, di bagian atas atau bawah bingkai, dll.
Gunakan alat bantu komposisi di kamera Anda untuk membantu Anda. Jika kamera Anda memiliki layar pemfokusan grid, gunakan itu. Jika tidak, gunakan titik AF yang terukir di jendela bidik. Pikirkan tentang aturan sepertiga, dan bagaimana Anda dapat memberikan dinamisme tambahan pada pemandangan dengan menempatkan subjek sepertiga dari bingkai. Alih-alih tepat di tengah!
Selesai.
Bidik juga:
