Sup yang Hangat dan Lezat dari Mana Asalnya?
Makanan kari atau berkuah yang disebut sebagai sup lezat sudah dikenal manusia selama ribuan tahun. Mengutip campbell’s soup, kata sup berasal dari kata Latin: “suppa” yang mengacu pada roti yang direndam dalam kaldu.
Nama tersebut dipopulerkan pada tahun 1600-an oleh seorang berkebangsaan Prancis, “soupe”. Kata ini juga ditemukan dalam bahasa Proto-Jermank sebagai “sup” yang berarti “membuat cairan”. Berikut linimasa singat hidangan ini.
20.000 Sebelum Masehi
Di Gua Xianrendong, Provinsi Jiangxi, Cina, contoh pertama mangkuk sup ditemukan dan diperkirakan berasal dari tahun 20.000 sebelum masehi. Tembikar kuno tersebut menunjukkan tanda hangus terbakar, yaitu bekas pengguna membuat sup panas.
Penggunaan batu panas untuk merebus air merupakan praktik yang dikenal di kalangan Neanderthal pada masa itu. Neanderthal diperkirakan merebus tulang untuk menghasilkan lemak yang mencegah keracunan protein. Hasilnya adalah kaldu yang dapat diminum yang dibuat di dalam air.
Revolusi selama bertahun-tahun
Kekaisaran Romawi memberi dampak besar pada sejarah kuno sup setelah menaklukkan dunia kuno selama lebih dari 500 tahun. Mereka membawa resep Gazpacho ke Spanyol Selatan hingga menjadi wilayah yang terkenal dengan hidangan tersebut. Selain itu, mereka juga menciptakan minutal apicianum, yaitu sup pernikahan tradisional. Sementara itu, pada abad ke-7, di Kota Turpan, orang-orang Cina mengembangkan salah satu bahan sup andalan mereka, yaitu wantan yang sederhana.
Pada tahun 476, dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat, sup bertahan di Kekaisaran Bizantium yang berpusat di Konstatinopel. Dengan jatuhnya sup ke tangan Turki Ottoman pada 1445, sup Asia Tengah mulai mempengaruhi budaya sup Eropa. Tak seperti orang Eropa Barat, orang Turki menggunakan banyak sayuran dalam sup mereka dan tidak membatasi waktu konsumsinya.
Abad Pertengahan
Pembuat sup lezat di Eropa abad pertengahan terus mengembangkan hidangan ini berdasarkan berbagai bahan, mulai dari daging hingga sayuran. Mereka berpegang pada tradisi menuangkan sup di atas roti panggang, praktik yang terkenal di Inggris, Yunani, dan Jerman.
Eropa Renaisans
Pada abad ke-14, hidangan berkuah ini berubah lagi dan kali ini karena mode. Gaya selama abad ke-14 di Eropa lebih menyukai mengenakan kerah kaku di sekitar leher. Hal ini ternyata membuat makan sup dengan mengangkat mangkuk ke bibir menjadi sulit. Untuk itu, hadirlah sendok sup!
Berkat perubahan mode yang bertahan selama lebih dari dua abad, kebiasaan makan hidangan ini dengan sendok juga bertahan. Sendok tersebut menjadi pemandangan umum di restoran di seluruh dunia saat ini.
Abad ke-18
Tahun 1786, restoran mewa pertama dibuka di Prancis. Hal ini berdampak pada tren gaya memasak Gastronomique yang akhirnya menentukan jenis sup lezat yang kita kenal saat ini. Sup bening digolongkan sebagai bouillons dan consommés, sedangkan yang lebih kental menjadi puree, bisques, dan veloutés. Sejak itu, sup benar-benar mulai beragam dan menjadi hidangan mangkuk yang penuh kreativitas.*
Foto: fittoservegroup
Bidik juga:
