Staycation, Apa Itu?
Staycation, kata atau istilah ini sudah begitu akrab khususnya di lingkungan para pelaku perjalanan atau wisata dalam dua dekade terakhir. Ini adalah salah satu dari sekian banyak tren dan perubahan penting yang terjadi di dunia kepariwisataan global.
Sesuai namanya, staycation terdiri dari gabungan dua suku kata. Pertama, “stay” yang berarti diam di suatu tempat. Kedua, “cation” yang berasal dari kata “vacation” yang artinya liburan.
Jadi, frasa ini bisa dikatakan berlibur ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal untuk menikmati lingkungan atau mengunjungi tempat wisata sekitar.
Bagi sebagian orang, ini menjadi momen melepas penat dan mencari suasana baru yang lebih fresh. Tentunya, hal ini akan lebih menghemat biaya perjalanan dan akomodasi serta biaya-biaya lainnya, seperti pengurusan visa dan paspor.
Asal mula
Istilah staycation pertama kali muncul ketika krisis keuangan melanda Amerika Serikat pada 2007–2010. Di masa sulit itu, biaya akomodasi dan transportasi menjadi pertimbangan utama ketika masyarakat hendak melakukan perjalanan jauh. Terlebih, jika pergi bersama keluarga sehingga biaya perjalanan semakin besar.
Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah dan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan di waktu liburan. Misalnya, bersepeda dan menjelajah beberapa kota terdekat. Intinya, liburan ini tidak memerlukan tiket pesawat, paspor, atau visa.
Menurut konsep ini, masyarakat memutuskan untuk melakukan pariwisata regional, lokal, atau pedesaan, dan bepergian hanya di sekitar kota tempat tinggal. Dengan kata lain, penduduk lokal menjadi wisatawan di lingkungannya sendiri dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang mungkin belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Belakangan, di masa pandemi Covid-19, istilah ini kembali mengemuka dan semakin meluas di masyarakat berkaitan dengan hal pembatasan kesehatan dan perjalanan jauh.
Saat ini, meski agak bergeser dari asal mulanya, staycation telah menjadi istilah yang populer. Sederhananya, ditujukan kepada individu yang hendak berlibur, tetapi tidak memerlukan tiket untuk bepergian, melainkan menginap di hotel atau suatu lokasi dan menikmati fasilitas yang ada.*
