Stadion si Jalak Harupat, Mengenang Oto dan Semangat Olahraga
Stadion si Jalak Harupat telah menjadi sarana olahraga kebangaan masyarakat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam perjalanannya, stadion yang dibangun pada 2003–2005 banyak berperan bagi perkembangan olahraga nasional khususnya sepak bola.
Namun, tahukah Anda, nama stadion yang kini berkapasitas tribun 22.700 penonton diambil dari julukan Oto Iskandar di Nata. Oto yang mendapat julukan si Jalak Harupat adalah salah seorang tokoh bangsa dan pahlawan nasional asal Kabupaten Bandung.
Dalam perjuangannya, dulu, si Jalak Harupat senantiasa mengedepankan nilai-nilai dan semangat kebangsaan pra-Indonesia merdeka dalam percaturan politik tanah air dan internasional. Ia adalah tokoh nasional yang disegani termasuk oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Semangat olahraga
Stadion si Jalak Harupat adalah milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Saat ini, secara rutin stadion tersebut digunakan oleh tim sepak bola Persikab Bandung di Liga 2. Tim asal Kota Kembang, Persib Bandung, juga pernah menggunakan stadion dengan atap setengah tertutup tersebut sebagai homebase-nya mengarungi Liga 1.
Maung Bandung juga menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai venue laga kandang. Namun, saat ini stadion berkapasitas 38.000 penonton tersebut sedang renovasi sehingga “balik kandang” ke Stadion si Jalak Harupat.
Event nasional dan internasional
Sejak diresmikan penggunaannya pada 26 April 2005, stadion dengan lintasan atletik ini beberapa kali menjadi tempat event olahraga berskala nasional dan internasional. Pada 2007 misalnya, stadion ini mendapat kehormatan menggelar beberapa laga Piala Asia AFC menjadi pendamping Stadion Gelora Bung Karno.
Setelah fasilitas dan aspek lainnya ditingkatkan, stadion ini menjadi salah satu tuan rumah pertandingan cabang olahraga sepak bola pada PON XIX Jawa Barat 2016. Stadion si Jalak Harupat juga memiliki pengalaman internasional multievent lainnya saat menjadi venue sepak bola Asian Games 2018.
Selain multievent, pemerintah mempersiapkan stadion dengan rumput lapangan jenis Zoycia matrella ini untuk event akbar Piala Dunia U-20 FIFA 2023. Akan tetapi, karena persoalan lain Indonesia batal menjadi tuan rumah turnamen tersebut.
Akhirnya, Stadion si Jalak Harupat terpilih kembali untuk menggelar Piala Dunia U-17 FIFA 2023. Selain babak fase grup, stadion bertaraf internasional ini juga menggelar dua laga babak 16 besar. Tim nasional Argentina, Jerman, Meksiko, dan Jepang merasakan atmosfer stadion ini dalam turnamen sepak bola dunia kelompok umur tersebut.*
Bidik juga:
