Spa, Cara Kuno Relaksasi Manjakan Diri
Tak ada kata yang lebih baik diasosiasikan dengan relaksasi dan waktu untuk memanjakan diri sendiri selain spa. Namun, dari mana asal kata yang identik dengan istirahat ini?
Kata spa membawa konotasi yang sangat modern. Ketika Anda mendengarnya, kemungkinan besar Anda membayangkan sebuah liburan elegan di mana wisatawan dapat menikmati pijat dan perawatan kulit. Pun dengan kemewahan lainnya yang dimaksudkan untuk bersantai dan mempercantik tubuh. Siapa sangka, pada awal keberadaannya, apa yang sekarang kita sebut spa sangat dihargai karena manfaat.
Selama ribuan tahun, orang mencari kekuatan penyembuhan dari air mineral dan sumber air panas. Akan tetapi, oleh karena sudah sangat kuno sehingga kita tak tahu persis kapan pertama kali penggunaannya.
Lantas, bagaimana penemuan air mineral dan sumber air panas oleh nenek moyang kita memunculkan budaya spa modern yang kita kenal sekarang?
Mengutip dari facesspa, contoh perawatan spa tertua adalah sauna Finlandia yang diperkirakan sekitar tahun 7.000 sebelum masehi. Budaya pertama yang terdokumentasi cukup baik mempraktikkan bentuk awal perawatan spa sepertinya adalah Mesir Kuno. Wanita Mesir diperkirakan menggunakan uap untuk tampil lebih cantik, bahkan Cleopatra memanjakan dirinya dengan balutan yang terbuat dari lumpur Laut Mati.
Namun, orang pertama yang menganjurkan perawatan spa untuk alasan medis adalah Hippocrates, kakek pengobatan modern. Ia menganjurkan untuk mandi di mata air mineral sebagai sarana untuk mengobati dan mencegah penyakit.
Pemandian relaksasi
Hippocrates menjadi dasar sikap orang Yunani terhadap pemandian. Keberadaannya tidak hanya dianggap penting untuk kesehatan, tetapi mandi juga dianggap sebagai puncak rekreasi. Banyak situs arkeologi yang mereka tinggalkan secara mencolok menampilkan pemandian umum. Olympia, salah satu situs Yunani Kuno tertua, menampilkan beberapa fitur pemandian.
Bangsa Romawi yang dipengaruhi oleh Yunani menyebarkan konsep ini ke seluruh kekaisaran mereka. Pergi ke utara Eropa mereka mendirikan pemandian umum di koloni-koloni, seperti Vichy, Perancis, dan Aachen di Jerman.
Kenyataannya, manfaat spa tidak hanya diketahui orang Eropa. Di Jepang, onsen tertua yang masih berdiri dibangun pada tahun 705 Masehi. Seperti orang-orang Yunani dan Romawi, mereka juga mendirikan pemandian umum dan sauna.
Asal kata
Spa terdiri dari inisial kata yang berasal dari bahasa Latin, “Selus Per Aqua” yang berarti “Kesehatan dari Air”. Istilah yang berasal dari Kekaisaran Romawi ini mengacu pada terapi dan pijatan dengan air serta minyak dan batu yang menyertainya.
Kata modern untuk aktivitas relaksasi tersebut juga diperkirakan dari Desa Spa di Belgia. Pada zaman Romawi, desa ini terkenal dengan mata air mineralnya yang hangat. Tentara Romawi akan berhenti di sana untuk mengistirahatkan otot-otot mereka yang sakit dan merawat luka yang diderita dalam pertempuran.
Mata air mineral ditemukan kembali pada tahun 1326 dan menjadi tujuan populer pada abad ke-16. Konon, di sinilah konsep spa modern lahir. Mata air di Desa Spa mencapai puncak popularitasnya pada abad ke-18 dan popularitas ini berkorelasi dengan dibukanya spa lain yang tak terhitung banyaknya di seluruh dunia.*
Bidik juga:
Yuk Kenali Manfaat Yoga untuk Kesehatan, Jangan Cuma Ikut-Ikutan!
