Sejarah Kereta Api Parahyangan, Favorit Rute Bandung–Jakarta
Sejarah Kereta Api Parahyangan dimulai ketika Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meluncurkannya pada 31 Juli 1971 rute Bandung menuju Jakarta (PP). Mulanya, kereta ini hadir dengan layanan kelas bisnis kemudian menambah kelas eksekutif.
Pada 1980-an, Kereta Api Parahyangan sempat menjadi primadona masyarakat untuk bepergian menuju Jakarta maupun Bandung. Periode 1980–1990 disebut-sebut sebagai masa jaya kereta ini, bahkan sering kali menggunakan 14 gerbong dalam satu rangkaian.
Kereta Api Argo Gede
Inilah layanan kereta api argo pertama yang beroperasi pada 31 Juli 1995 menggantikan Kereta Api Parahyangan. Perumka meluncurkan kereta api ini di Stasiun Gambir bersamaan dengan peresmian kereta api JS-950 Argo Bromo dan peluncuran lokomotif CC203.
PT Kereta Api kemudian meluncurkan Argo Gede II pada 20 Mei 2001 bersamaan dengan peluncuran Kereta Api Argo Muria II dan Kereta Api Gumarang.
Dalam perjalanannya, layanan Kereta Api Argo Gede berhenti pada 27 April 2010. Konon, salah satu faktor penyebabnya adalah karena tren penumpang lebih memilih Tol Cipularang yang membuat perjalanan Bandung–Jakarta lebih cepat.
PT Kereta Api kemudian menggabungkan Kereta Api Argo Gede dengan Kereta Api Parahyangan sebagai jawaban atas respons masyarakat. Namanya berubah menjadi Kereta Api Argo Parahyangan.
Kereta Api Argo Parahyangan
Pada 1 Februari 2025, Kereta Api Argo Parahyangan yang telah menemani masyarakat selama hampir 15 tahun resmi kembali menjadi Kereta Api Parahyangan. Hal ini bertepatan dengan pemberlakuan GAPEKA 2025.
Dengan wajah baru, kereta api ini menghadirkan layanan kelas Ekonomi, Eksekutif, dan Panoramic untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang lebih luas.
Kereta Api Parahyangan Gambir–Bandung (PP) melintasi rute yang dikenal akan keindahan alamnya, termasuk jembatan ikonis yang menjadi daya tarik tersendiri. Saat ini, waktu tempuh perjalanan Kereta Api Parahyangan sekitar 3 jam.
Pada November 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Boby Rasyidin berencana mempersingkat waktu tempuh KA Parahyangan menjadi sekitar 1,5 jam dan memperpanjang rutenya hingga Banjar.*
Foto: KA Argo Parahyangan (wikipedia)
Bidik juga:
Perkeretaapian Indonesia di Bandung, Nostalgia Jalur dan Sepur
