Skip links
scarf

Scarf dan Bandana Kerap Tertukar, Ini Bedanya!

Scarf dan bandana kerap tertukar, bahkan masyarakat sering keliru dalam penyebutan keduanya. Sebagian orang justru menanggap keduanya adalah barang yang sama.

Pada kenyataannya, scarf dan bandana memiliki bahan kain yang berbeda. Begitu pun dengan kegunaannya. Kedua benda tersebut biasanya dipakai sebagai penghias atau penghangat leher, khususnya saat cuaca dingin.

Jika Anda memiliki rencana go.out.bdg ke destinasi wisata alam di dataran tinggi Bandung yang dingin, tak ada salahnya menggunakan salah satunya.

Secara bahasa, scarf adalah syal atau halsduk. Syal didefinisikan sebagai sepotong kain yang dikenakan di leher atau kepala untuk sekadar penghangat, mode, atau perlindungan dari matahari.

Selain itu, kain ini ternyata banyak digunakan masyarakat pencinta olahraga, seperti sepak bola. Syal dengan motif dan warna tertentu dibuat suporter untuk menunjukkan dukungan kepada klub atau tim olahraga kesayangannya.

Terutama di negara-negara yang dingin, syal menjadi benda fungsional yang banyak digunakan masyarakat sehari-hari. Begitu pula dengan pelancong yang hendak berkunjung ke negara yang dingin tersebut, biasanya tak akan melepaskan syal di lehernya. Selain menghadirkan kehangatan, syal juga dapat digunakan untuk menyeka keringat.

Adapun dari sisi bahan, syal dapat dibuat dari beragam material kain, seperti wol, linen, sutra atau katun. Jika dilihat dari sisi bentuk, umumnya persegi panjang dengan surai di kedua sisinya.

Di pasaran, syal hadir dengan beragam motif, mulai dari polos hingga kotak-kotak. Memasuki abad ke-19, sebetulnya syal sudah menjadi aksesori fashion baik untuk pria maupun wanita hingga menjadi aksesori pakaian populer saat ini.

Lalu, bagaimana dengan bandana?

Bandana

Mengutip laman heddels, bandana yang dikenal juga sebagai saputangan merupakan kain katun tenunan polos berbentuk persegi dan dicetak. Umumnya kain ini disebut cambric meskipun ada yang terbuat dari sutra. Namun, saat ini, bandana banyak dibuat dari bahan katun.

Selain itu, kebanyakan bandana berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 20×20 inci. Seperti syal, saputangan juga pada perkembangannya menghadirkan banyak motif, mulai dari bunga hingga gambar tokoh. Selain para pemusik, bandana sangat populer di tengah pekerja tambang dan koboi Amerika Serikat.

Bandana—kerap keliru disebut syal, biasanya dilipat dan disimpan di saku belakang pria. Dalam penggunaannya, kain ini dilekatkan di leher, di sekitar dahi, kepala, bahkan biasa digunakan untuk menutup hidung dan menyeka keringat.*

Bidik juga:

Mayoritas Orang Memakai Arloji di Tangan Kiri, Ini Alasannya?

Leave a comment