Rumah Batik Komar, Wisata dan Sensasi Membatik
Rumah Batik Komar termasuk salah satu destinasi wisata minat khusus di Kota Bandung dengan konsep tur yang unik dan menarik.
Begitu melewati pintu gerbang workshop ini, angan langsung mengembara pada sederetan nilai budaya yang mengagumkan. Rasanya, seperti memasuki dimensi lain Kota Bandung yang biasanya riuh oleh hiruk-pikuk lalu lintas dan aktivitas sosio-kultural.
Mengiringi langkah, aroma khas wax—lilin batik yang dipanaskan, seakan menebarkan nuansa magis ke setiap sudut ruangan di Jalan Cigadung Raya Timur I No. 1. Ada rasa tenang dan nyaman di sana yang bikin betah.
Di sebuah ruang, terlihat para pengrajin begitu tekun mengerjakan tahap demi tahap proses membatik. Seseorang ada yang membuat sketsa untuk batik tulis, sebagian memotong pelat tembaga untuk media batik cap, dan sebagian melakukan pewarnaan.
Bergeser ke ruang lain, terlihat gemulai jemari tangan beberapa pengrajin wanita yang sedang mencanting batik. Sementara di area yang lebih lapang, kain-kain dijemur di bawah terik sinar matahari. Pemandangan seperti itu dapat dijumpai saban hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.
Wisata
Pada banyak kesempatan, tempat ini sering kali dikunjungi masyarakat yang hendak belajar segala hal tentang batik. Mereka yang datang tak hanya dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Selain dari berbagai daerah di Indonesia, peserta belajar membantik juga datang dari berbagai benua, mulai dari negara-negara Asia, Eropa, Australia hingga Amerika.
Rumah Batik Komar merancang proses pembatikan itu sebagai sebuah “pertunjukan” minat khusus. Sebagai pengunjung, di tempat tersebut kita dapat mengapresiasi proses membatik yang dilakukan para pengrajin.
Tentu saja dengan melihat langsung proses awal membuat batik, mulai dari memunculkan ide. Setelah itu, pengunjung dapat mengeksplorasi sebuah gagasan untuk diwujudkan menjadi sketsa desain batik sampai menjadi batik. Proses mencanting hingga pewarnaan akan menjadi pengalaman yang mengesankan, bahkan pengunjung dapat merasakan sensasi membuat batik sendiri.
Dipandu ahli pembuatan batik, kita dapat berkreasi membuat motif batik semisal motif bunga, motif binatang, hingga menulis nama sendiri di atas kain. Estimasi waktu wisata ini antara 1 hingga 3 jam dan berlangsung mengasyikkan.
Belakangan, ada sejumlah paket yang dapat dipilih untuk menikmati tur proses membatik yang mulai dibuka sejak 2004 ini. Paket ini sesuai fasilitas dan tingkatan proses pembuatan batik. Pada beberapa paket misalnya, peserta wisata akan berekspresi dengan membatik pada sapu tangan ukuran 40 x 40 cm. Kain lainnya seukuran taplak meja 100 x 100 cm.
Tak kalah asyik, anak-anak pun dapat berekspresi pada media batik cap bermotif gambar kartun yang menarik dan lucu. Ide yang diaplikasikan pada kain batik atau sapu tangan tersebut tentu saja boleh dibawa pulang sebagai kenangan buah keterampilan.
Ragam hias
Selain praktik, dalam wisata batik ini diperkenalkan soal model dan jenis batik. Selain itu, diperkenalkan pula ragam hias batik dari berbagai daerah di nusantara serta desain batik cap dan batik tulis. Akan diperlihatkan juga beragam cap, bagaimana cara membuatnya, pengkodeannya sampai cara meletakkannya untuk memudahkan inventarisasi.
Di Rumah Batik Komar ada lebih dari 4 ribu cap yang tersimpan rapi “dimuseumkan” di salah satu ruangan. Cap batik berbahan tembaga tersebut bisa digunakan berulang kali hingga 20 tahun.*
Bidik juga:
