Rujak Ciherang Melegenda dengan Aroma Khas Kecombrang
Rudjak Ciherang (rujak) dikenal sebagai salah satu kuliner yang melegenda dari Bandung selatan. Bumbu rujak uleg boleh jadi beragam rasa meski bahan-bahannya relatif sama. Namun, rujak Ciherang melegenda dengan aroma khas kecombrang.
“Pada dasarnya bumbu untuk rujak mah sama, tetapi rujak Ciherang dari dulu menambahkan bahan lain, yaitu comrang,” ujar Asep Rosadi, penerus generasi keempat rujak Ciherang, tempo hari.
Menurutnya, aroma yang muncul dari kecombrang benar-benar menjadikannya khas. Alhasil, ada sensasi lain saat bumbu yang kental itu dicoél lalu dicecap lidah.
Selain kecombrang, bumbu rujak terdiri dari gula merah, rawit, garam, asam, terasi dan air. Cara pengolahannya semua bahan itu diulek hingga merata.
Asep berderita, untuk pertama kali rujak Ciherang diperkenalkan Ma Empeuh pada 1918. Saat itu, Ma Empeuh—buyutnya Asep, menjajakan rujak dalam bakul di seputaran Banjaran dan Soreang hingga jalur kereta api Bandung–Ciwidey.
Begitu pun ketika bakul rujak diestafetkan kepada Ma Tarsih, neneknya Asep. Resep dan cara pengolahannya setali dua uang sebab diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, cita rasa bumbu rujak ini tak berubah.
100 tahun
“Bumbu rujak Ciherang ini adalah warisan uyut. Kami mempertahankan resep dan meneruskan usahanya hingga sekarang. Lebih dari seratus tahun,” kata Asep.
Bedanya, saat ini tak lagi menggunakan bakul dan keliling kampung. Sejak tahun 1990 hingga sekarang rujak Ciherang diniagakan di kedai yang bertempat di Jalan Raya Banjaran–Soreang, Kabupaten Bandung.
Di kedai yang buka saban hari dari pukul 9 pagi hingga pukul 6 petang ini sedia bumbu rujak dalam berbagai sajian. Salah satunya kemasan cup isi 650 gram. Kedai ini juga menyediakan rujak dengan isi aneka buah segar, seperti kedondong, jambu, mangga, dan mentimun.
Kata Asep, bumbu rujak sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari sepekan. Namun, jika disimpan di lemari es akan tahan lebih lama. Maka dari itu, tak jadi soal bilamana bumbu rujak warisan leluhur ini dijadikan buah tangan. Selain bumbunya yang sedap, rupa-rupa buah yang disajikan menambah kesegaran rasa. Hhmm …*
Foto: tribunjabar
Bidik juga:
