Rafting dan Tubing di Sungai, Ini Bedanya
Rafting dan tubing sama-sama merupakan aktivitas wisata minat khusus yang memacu adrenalin di sungai. Ada banyak kesamaan di antara keduanya. Akan tetapi, ada perbedaan yang menjadikan masing-masing aktivitas punya sensasi tersendiri. Apa saja? Yuk, simak penjelasan singkat berikut ini.
Rafting atau arung jeram umumnya dilakukan di aliran sungai yang deras. Begitu juga tubing. Demi keamanan dan keselamatan, baik bermain rafting maupun tubing mesti dilengkapi perlengkapan standar. Misalnya, menggunakan pelampung (life jacket) dan helm.
Hal-hal yang tak kalah penting dalam aktivitas ini adalah mengikuti arahan pemandu dari mulai persiapan, pemanasan, pengarungan sampai kegiatan selesai. Bagi pemula, menyimak safety talk ini sangat disarankan. Apalagi, jika medan yang akan dilalui terbilang ekstrem atau tingkat kesulitannya tinggi.
Belakangan, kedua aktivitas luar ruangan ini sama-sama menjadi favorit pilihan masyarakat untuk rekreasi sekaligus melepas penat. Bagi masyarakat yang senang wisata minat khusus yang memacu adrenalin, rafting atau tubing kerap masuk dalam daftar teratas rekreasi.
Perbedaan
Rafting menggunakan perahu karet yang memuat beberapa orang atau kelompok. Biasanya setiap peserta akan dilengkapi dayung untuk mengayuh. Akan tetapi, pada hakikatnya rafting dilakukan secara bersama-sama dan menuntut kekompakan di atas perahu.
Dalam dunia rafting dikenal istilah grade, yaitu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengukur tingkat kesulitan sungai dan jeram yang akan diarungi. Umumnya berkisar dari grade I (mudah) sampai grade VI (ekstrem).

Sementara itu, tubing tak perlu perahu karena masing-masing peserta akan menggunakan ban karet sebagai media pengarungan dan biasanya diikat webbing. Maksudnya, satu ban untuk satu orang sehingga keseimbangan individu sangat dibutuhkan ketika menyusuri sungai. Jika diperlukan, kadang-kadang peserta dibekali dayung saat tubing.
Biasanya tubing dilakukan di sungai deras dengan tingkat kesulitan jeram yang mudah, bahkan cenderung sungai dangkal.
Meskipun dilakukan secara mandiri, tubing pun tetap menuntut kebersamaan. Adakalanya saat pengarungan mesti bergandengan tangan dengan peserta lain untuk mempertahankan keseimbangan.*
Foto: inforafting.com
Bidik juga:
