Perkeretaapian Indonesia di Bandung, Nostalgia Jalur dan Sepur
Perkeretaapian Indonesia di Bandung dimulai sejak akhir abad ke-18 pada masa Pemerintah Hindia Belanda. Memang, pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) dilakukan oleh oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet. di Desa Kemijen pada 17 Juni 1864.
Jalur Batavia-Bandung resmi beroperasi pada 1884 dan menjadikan Bandung pusat perkeretaapian Hindia Belanda. Tak cuma itu, bahkan peresmian pembukaan jalur kereta api Cianjur-Bandung di Stasiun Bandung pada 17 Mei 1884 dilangsungkan dengan amat meriah.
Sejak itu, perjalanan perkeretaapian di Bandung semakin ramai sehubungan dengan pemerintah yang menjadikan kota ini sebagai pusat perkeretaapian Hindia Belanda.
Berikut linimasa singkat perkeretaapian Indonesia di Bandung.
HINDIA BELANDA
1879
- Sejarah kereta api di Bandung dimulai ketika jalur Batavia-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung dibangun pada 1879. Jalur tersebut resmi beroperasi pada 1884 dan menjadikan Bandung pusat perkeretaapian Hindia Belanda.
1905
- Kantor pusat Staatsspoor en Tramwegen (SST) di Bandung yang dibangun tahun 1905 menjadi cikal bakal PT KAI.
PENDUDUKAN JEPANG
1942
- Pada tahun 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
- Semenjak itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).
PASCA-INDONESIA MERDEKA
1945
- Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.
- Puncaknya adalah pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945.
- Peristiwa 28 September 1945 itu kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia.
- Momen tersebut sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).
1946
- Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS), gabungan SS (Staatssporwegen) dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM/ Deli Spoorweg Maatschappij).
1949
- Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda.
1950
- Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950. Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA).
1971
- Pemerintah mengubah struktur PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
1991
- Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka).
1998
- Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, yaitu PT. Kereta Api Indonesia (Persero).*
Sumber: kai.id
Foto: KITLV
Bidik juga:
