Patung Pastor Verbraak dan Sisi Kemanusiaan
Patung Pastor Verbraak di Taman Maluku, Kota Bandung, beberapa tahun lalu sempat bikin heboh karena dianggap horor. Namun, siapa sangka, sosok di balik itu punya kisah menarik sebagai pribadi yang andil dalam kemanusiaan khususnya di Hindia Belanda.
Menurut cerita liar, Patung Pastor Verbraak, konon, kedua matanya dapat berkedip dan kepalanya mengangguk. Lebih gila lagi, bahkan bisa berjalan-jalan di taman tersebut kala malam dan masih banyak lagi. Sungguh, aneh bin ajaib seandainya itu betul dan isu ini sempat berembus dari mulut ke mulut warga Bandung.
Faktanya, Patung Pastor Verbraak yang memegang alkitab sudah berusia lebih dari seratus tahun dan tak pernah bergerak sekalipun. Tentu patung itu diam begitu saja, berdiri dengan jubahnya yang tak pernah lepas. Pertanyaannya, siapa Verbraak?
Ya, Henricus Christiaan Verbraak—misionaris kelahiran Rotterdam, Belanda (1835)—pernah bertugas di Padang dan Aceh, meninggal dan dimakamkan di Magelang (1918), Jawa Tengah. Namun, bukan karena musibah kecelakaan pesawat seperti banyak diceritakan orang, tetapi karena sakit.
Lencana kemanusiaan
Pada patung karya Gerharda Johanna Wilhelmina (Gra) Rueb tersebut terdapat empat lencana penghargaan yang tersemat di dada kiri. Di bagian depan pedestal tertulis nama “PASTOOR H.C. VERBRAAK” beserta keterangan tahun kelahiran dan kematian “1835-1918”, mirip sebuah nisan.
Pemerintah Rotterdam, Belanda, memberikan penghargaan untuk Verbraak atas pengabdian kemanusiaan pada 1922. Waktu itu, Lembaga The Dutch East Indian Army di Bandung menggalang dana untuk pembuatan patung sang pastor sebagai monumen atas kebaikannya.
Mengutip dari situs grarueb.nl, dari kiri ke kanan, lencana sang pastor adalah Ridder in de Orde van de Nederlandse Leeuw (Ksatria Ordo Singa). Berikutnya, Officer in de Orde van Oranje-Nassau (Perwira Oranje-Nassau) dan Atjeh-medaille 1873-1874 (Medali Aceh 1873-1874). Lencana paling kanan adalah Eereteeken voor belangrijke krijgsbedrijven mer gesp ‘Atjeh 1873-1874’ (Tanda Kehormatan dalam Perang Aceh 1873-1874).
Detail Patung Pastur Verbraak:
Material: Perunggu di atas dasar granit Bavaria
Dimensi tinggi: 2,5 meter
Kolom pedestal: 59x74x176 cm
Pembuatan: 1920-1921
Peresmian: 1922
Teks pada kolom:
PASTOOR
H.C.VERBRAAK.
1835 – 1918.
AALMOEZENIER
1874 – 1881
ATJEH
1874 – 1907
Lokasi: Taman Maluku, Jalan Ambon – Jalan Seram, Kota Bandung
*
Bidik juga:
