Skip links
Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga: Perjalanan Waktu Tanah Pasundan

Museum Sri Baduga di Kota Bandung menyimpan dokumentasi perjalanan waktu Tanah Pasundan. Keberadaannya sejak 1980 telah menyampaikan cerita dan kisah serta sejarah yang berkaitan dengan segala aspek kesundaan.

Menyusuri Jejak Tatar Sunda

Ini ibarat sebuah perjalanan waktu tentang siapa kita, dari mana kita berasal.

Penjaga Memori

Di balik dinding museum ini, memori Sunda disimpan, dirawat, dan diceritakan ulang agar tak hilang ditelah zaman.

Nama Sri Baduga

Penuh wibawa! Namanya terinspirasi dari sosok Sri Baduga Maharaja, lambang kejayaan Pajajaran sekaligus simbol luhur perjalanan budaya Sunda.

Arsitektur 3 Lantai

Bangunannya seperti lapisan waktu: dimulai dari asal-usul, naik menuju tradisi, dan puncaknya ke kehidupan modern.

Pra-Sejarah

Di sini, kita diajak kembali ke masa lampau, ketika manusia pertama menapakkan kaki di Tanah Pasundan.

Batu, Fosil, dan Artefak

Benda-benda sunyi yang menyimpan cerita ribuan tahun—tentang hidup, berburu, dan bertahan.

Kerajaan Sunda

Jejak Pajajaran, Prabu Siliwangi, dan masa ketika Sunda mencapai puncak kejayaan dan keemasannya.

Naskah Kuno

Tulisan tangan leluhur, penuh pengetahuan, aturan hidup, dan nilai kebijaksanaan yang tak lekang oleh zaman.

Kehidupan Tradisional

Rumah adat, pakaian adat, dan upacara… membuat kita teringat kampung halaman yang hangat.

Alat Musik Sunda

Angklung, gamelan, degung—setiap dentingnya membawa pulang ingatan tentang kebahagiaan sederhana.

Wayang Golek

Lebih dari sekadar boneka; ia adalah cermin nilai hidup, humor, dan kritik sosial orang Sunda.

Perdagangan dan Mata Uang Lama

Melihat bagaimana masyarakat Sunda membangun ekonomi dari masa ke masa—dengan jujur dan gotong-royong.

Masa Kolonial

Perubahan besar muncul: budaya, kota, dan cara hidup berubah tapi identitas tetap dijaga.

Bandung Tempo Dulu

Foto-foto transportasi dan kehidupan zaman dulu yang bikin kita tersenyum: “Oh, Bandung pernah seperti ini…”

Peralatan Rumah Tangga Tradisional

Perabot sederhana yang sering kita lihat di rumah nenek—membangkitkan memori masa kecil.

Perkembangan Islam di Tatar Sunda

Miniatur masjid, manuskrip, dan budaya religius yang tumbuh dengan damai dan lembut.

Pesan Moral

Budaya bukan untuk ditonton saja—tapi untuk dirawat dan diwariskan. Ayo berkunjung ke Museum Sri Baduga. Karena cerita masa lalu ini menunggu generasi saat ini terutama masyarakat Jawa Barat untuk meneruskannya.*

Bidik juga:

Museum Pos Indonesia Bukan Sekadar Filateli

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş