Misteri Jembatan Cincin, “Jalur Kereta Mati” dan Kuburan
Jembatan Cikuda atau Jembatan Cincin di Jatinangor, rupanya masih menyimpan cerita kelam, yaitu seputar misteri jalur kereta mati dan kuburan.
Perusahaan kereta api negara—Staatsspoorwegen (SS)—membangun jembatan ini untuk mempermudah mobilitas hasil perkebunan, seperti karet dan teh. Sayangnya, jembatan penghubung Rancaekek (Bandung)–Jatinangor (Sumedang) tersebut sudah mati sebagai jalur kereta api sejak pendudukan Jepang pada 1942.
Rel dibongkar lalu dipindahkan untuk pembangunan jalur kereta Saketi–Bayah di Banten sehingga hanya menyisakan sunyi dan sepi. Namun, jembatan kokoh berusia lebih dari 105 tahun itu masih menyimpan cerita liar yang beredar di tengah masyarakat dan mahasiswa kampus sekitar.
Misteri Jembatan Cikuda atau dikenal dengan nama Jembatan Cincin tak sedikit yang mengaitkannya dengan dugaan peristiwa kelam masa silam. Pembangunan jembatan sepanjang 200 meter dan tinggi 30 meter itu banyak melibatkan warga pribumi dalam belenggu sistem rodi.
Konon, kerja paksa tanpa upah yang diterapkan Pemerintah Hindia Belanda saat itu menyebabkan banyak pekerja pribumi kehilangan nyawa sia-sia.
Betapa keselamatan para pekerja tidak diperhatikan dengan baik. Alhasil, semakin lama pembangunan semakin banyak korban jiwa berjatuhan. Sebabnya, Jembatan Cincin tak punya tempat untuk menepi. Untuk menghindari kereta api yang melintas banyak pekerja terpaksa melompat ke bawah dan akhirnya meninggal dunia.
Sosok perempuan hamil
Zaman boleh berganti, tapi misteri dan citra angker masih melekat dengan Jembatan Cincin yang letaknya berdekatan dengan area kuburan warga. Salah satu cerita yang beredar adalah pengakuan warga setempat yang mendengar suara perempuan dan anak kecil menangis di malam hari.
Konon, sosok itu adalah perempuan yang bunuh diri melompat dari jembatan karena malu hamil di luar nikah dan kekasihnya tak bertanggung jawab.
Dari cerita liar mulut ke mulut, sosok perempuan tersebut konon kerap meminta bantuan kepada orang yang melintas untuk menemukan lelaki yang menghamilinya. Misteri lain, penampakan sang bocah diceritakan suka berlari-lari di malam hari, kemudian tiba-tiba menghilang dalam gelap.
Meski diselimuti kisah kelam dan cerita mistis, Jembatan Cincin tetap menyuguhkan lanskap yang memikat dan menakjubkan. Jembatan Cincin adalah saksi bisu masa lalu, tempat kenangan dan mitos bertemu dengan pesona alam yang menawan.*
Berbagai sumber
Bidik juga:
Aura Sunyi dan Kisah Mistis Gedung Isola di Kalangan Mahasiswa
