Skip links
Masjid Agung Bandung

Masjid Agung Bandung dan Menara 99 Meter

Masjid Agung Bandung termasuk bangunan yang mengiringi perjalanan Kota Bandung dari masa ke masa. Tempat ibadah umat Islam ini memiliki dua menara kembar yang semula direncanakan tingginya 99 meter, tapi hanya diizinkan 81 meter karena berpotensi mengganggu jalur penerbangan.

Tak dimungkiri, keberadaan masjid bagi para wisatawan Muslim adalah salah satu hal yang pertama dicari kala melancong ke suatu kota. Dengan begitu, kewajiban beribadah tetap bisa ditunaikan tanpa harus susah payah mencari masjid. Seperti halnya mereka yang datang ke Kota Bandung. Tepat di pusat kota atau alun-alun, terdapat masjid besar yang dapat menampung banyak jemaah untuk menunaikan salat.

Kota Bandung yang banyak dikunjungi wisatawan sudah selayaknya memiliki banyak masjid sebagai satu fasilitas yang ramah bagi pelancong Muslim. Ternyata begitulah faktanya, ada ribuan masjid yang ada di kota kembang mulai dari daerah permukiman padat hingga alun-alun yang menjadi ruang publik bagi khalayak.

Masjid Agung Bandung—kini dikenal sebagai Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat—adalah satu-satunya masjid tua yang berdiri di pusat gemeente sejak masa Hindia Belanda. Masjid Agung Bandung pertama kali dibangun pada 1810 seiring dengan pendirian kota ini.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, bangunan ini lebih dikenal sebagai Bale Nyungcung. Sejak berdiri hingga sekarang, sedikitnya telah dilakukan delapan kali perombakan terhadap masjid ini. Perombakan besar-besaran yang menghilangkan ciri khas Bale Nyungcung pertama kali dilakukan pada 1955. Atap tumpuk tradisional Nusantara berganti kubah yang menjadi ciri atap kebanyakan bangunan masjid di Timur Tengah.

Renovasi tak berhenti di situ. Sejak dibangun kembali pada tahun 2001, selain menjadi tempat ibadah bagi kaum Muslim, tempat ini juga menjadi objek wisata terutama dengan adanya menara kembar. Menara kembar itu terletak di bagian utara dan selatan masjid, dengan tinggi 81 meter atau 99 meter jika dihitung dari fondasi yang mencerminkan 99 nama-nama Allah (Asmaul Husna).

Ribuan jemaah

Di puncak menara, pada hari Ahad atau hari libur lainnya, cukup dengan membayar retribusi para wisatawan dapat menikmati panorama Bandung di semua sudut. Tepat di lantai 19, ada jendela kaca yang mengelilingi ruangan berbentuk heksagonal. Di ruangan inilah pengunjung dapat menikmati panorama Bandung di ketinggian. Namun, rekreasi ini untuk sementara ditutup oleh karena persoalan teknis.

Kini setelah perluasan dan perombakan, Masjid Agung berdiri di atas lahan seluas 23.448 meter persegi dengan luas bangunan 8.575 meter persegi. Dalam bangunan masjid ini, sebanyak 12.412 orang jemaah dapat tertampung di dalamnya. Selain untuk salat, masjid juga senantiasa hidup dengan beragam aktivitas dakwah.

Menikmati suasana kota dan Alun-Alun Bandung menjelang senja dapat lebih santai saat berkunjung ke Masjid Raya Provinsi Jawa Barat. Terlebih, saat Ramadan, sembari ngabuburit menanti azan magrib wisatawan dapat segera menunaikan salat begitu azan berkumandang.*

Bidik juga:

Masjid Raya Al Jabbar, Mahakarya Peradaban Jawa Barat

Leave a comment