Skip links
Bandung Hindia Belanda

Jarang Diungkap, Serbapertama di Bandung Era Hindia Belanda(1)

Bandung sebagai kota yang dibangun di era Hindia Belanda menghadirkan sejumlah hal yang mungkin baru pertama ada di kota ini. Mengutip dari berbagai sumber, Kelas Garasi rangkum beberapa hal yang serbapertama di Bandung era Hindia Belanda. Apa saja? Yuk, simak artikel berikut!

Akomodasi

  • 1871

Seiring tumbuhnya perkebunan di seputar Bandung, para pengusaha perkebunan (preangerplanters) kerap berkunjung ke Bandung setiap akhir pekan.

Keadaan itu memicu tumbuhnya penginapan-penginapan, salah satu perintisnya adalah Adolf dan Maria Homann dari Jerman. Mulanya, penginapan mereka berupa bangunan sederhana yang kelak menjadi hotel terpopuler di Bandung.

Sekolah Pegawai Negeri (Hoofdenschool)

  • 29 Desember 1878

Sekolah untuk mencetak pegawai di institusi pemerintahan (Hoofdenschool) resmi dibuka di Bandung seturut pada surat keputusan pemerintah No. 21 tanggal 30 Maret 1878.

Perkumpulan Elite

  • 1879

Orang-orang Eropa di Bandung dan para preangerplanters mendirikan perkumpulan elite bernama Societeit Concordia. Perkumpulan kalangan kelas atas itu dikuatkan sebagai badan hukum melalui sebuah Gouvernement Besluit No. 3 tanggal 29 Juni 1879.

Jalur Kereta Api

  • 17 Mei 1884

Pembukaan jalur kereta api Cianjur–Bandung pada 17 Mei 1884 membawa perubahan besar di Bandung dalam berbagai aspek, mulai dari transportasi, aksesibilitas, perkebunan dan pertanian hingga pariwisata.

Taman Kota

  • 1885

Vereeniging tot nut van Bandoeng en Omstreken (Vooruit) mendirikan taman yang sekarang di hadapan Balai Kota Bandung ini pada 1885: Pieters Park. Pembangunan taman untuk mengenang jasa ketuanya, yaitu Asisten Residen Priangan Pieter Sijthoff.

Perintisan Perdagangan di Braga

  • 1894

Pria Belanda bernama CA. Hellerman merintis dan membuka toko senjata di Pedatiweg (Bragaweg/Jalan Braga). Ia adalah perintis perdagangan di kawasan Braga yang kelak dikenal sebagai “de Meest Europeesche winkelstraat van Indie”.

Toko Serbaada (Toserba)

  • 1896

Bermula dari warung kecil di dekat alun-alun, Toko de Vries milik Klass de Vries berkembang menjadi toko serbaada (toserba) dan maju setelah pengelolaan diserahkan kepada keponakannya, J.R. de Vries.

Kolam Renang

  • 1904

Nyonya Homann bersama rekan-rekannya dari Vereeniging Tot Nut van Bandoeng (Vooruit) menyulap kolam ikannya di lembah Cikapundung menjadi kolam renang permanen berkat jasa Technisch Bureau “Biezeveld & Moojen”. Kolam renang tersebut diberi nama Tjihampelas Zwembad dan diakui sebagai kolam renang permanen pertama di Hindia Belanda.*

Bersambung …

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Sejarah Kota Bandung dalam 215+ Kata

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş