Skip links
Warenhuis (Gedung) de Vries Kelas Garasi

Gedung De Vries: Bandung yang Tak Pernah Pergi

Di timur Alun-alun Bandung dan ujung selatan Braga, ada satu gedung yang menampung ratusan kisah—tentang perdagangan, kolonial, dan romansa masa lalu kota ini. Namanya, Gedung de Vries.

Gedung De Vries bukan sekadar bangunan tua, tapi saksi bisu bagaimana Bandung tumbuh, berubah, lalu tetap menyimpan nostalgia yang sama.

Mari berjalan sejenak ke masa lalu…Bangunan tua ini masih berdiri tenang, terawat, bahkan selalu memancarkan aura sejarah yang kuat.

Bandung yang tak pernah pergi

Gedung De Vries lahir akhir abad ke-19—masa ketika Bandung mulai bersolek, ketika seisi kota mulai menggeliat lalu berkembang pesat.

Awalnya, De Vries adalah toko serbaada pertama dan termewah di Bandung. Para bangsawan Belanda sering datang kemari, mencari barang impor terbaik untuk menunjang gaya hidupnya sehari-hari. Namun bagi warga lokal, De Vries ibarat jendela dunia yang jauh. Dari kain, parfum, porselen—semua terasa seperti cerita dari negeri asing.

Jika dilihat saksama, arsitekturnya khas: simetris, elegan, penuh detail Eropa. Di balik dinding tebalnya, sejarah Bandung pernah berdenyut lebih cepat dan bernapas dengan sentuhan kolonial.

Pedagang memang silih berganti sejak kepergian famili De Vries sang perintis, tetapi aroma masa lampau tetap menggantung di setiap sudut ruangannya.

Zaman berubah. Perang datang. Kota ikut terombang-ambing pada masa transisi. Namun, Gedung de Vries tak mau pergi, ia tetap bertahan mengisi ruang legendaris di Bandung.

De Vries ikut menjadi saksi: siapa datang, siapa pergi, siapa hilang. Setelah kemerdekaan, gedung ini perlahan berganti wajah. Toko-toko dengan barang-barang lokal mulai mengisi ruang yang dulu megah.

Bandung tumbuh, tapi langkah di sekitar De Vries tetap terasa pelan. Banyak yang bilang, begini rasanya berdiri di antara dua zaman.

Mengapa? Sebab De Vries bukan sekadar bangunan—ia adalah ingatan kota. Tempat di mana masa kecil, perjalanan, dan cerita orang Bandung bertemu.

Hari ini, Gedung de Vries tetap berdiri. Tua, tetapi penuh martabat. Jika suatu hari Anda lewat di depannya, berhentilah sebentar. Dengarkan kota bercerita atau mungkin untuk sekadar mengabadikannya dalam bingkai kamera.*

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Nedhandel NV, dari Dulu untuk Kantor Perbankan

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş