Skip links
Donat

Donat, Adonan Kecil yang Mengembang ke Seantero Jagat

Donat, kemungkinan besar semua orang di dunia tahu dan pernah menyantapnya, baik sebagai camilan maupun dessert alias makanan penutup. Namun, pernahkah Anda mengira bahwa makanan tersebut sudah populer sejak ratusan, bahkan ribuan tahun lalu?

Ya, suatu teori ada yang menyebut makanan yang mirip donat pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Arab sekitar abad ke-7. Makanan dari tepung terigu yang disebut awama itu kemudian dibawa ke Eropa, berkembang, dan banyak disukai masyarakat di Benua Biru.

Memasuki abad ke-15, donat mulai populer di daratan Eropa. Di Belanda, masyarakat setempat membuat kue yang menyerupainya dan disebut olykoek. Bahan-bahannya juga mirip dengan awama, yaitu terdiri dari adonan tepung gandum, telur, ragi, dan campuran rempah.

Pada abad ke-19, para imigran Belanda membawa olykoek ke New York (New Amsterdam) di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam ini, donat semakin populer menginjak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Mengutip dari velvetcremedoughnuts, Hanson Gregory, seorang Amerika, mengaku telah menemukan donat berbentuk cincin pada 1847. Ia menemukannya di atas kapal dagang kapur ketika dirinya berusia 16 tahun. Setelah mencicipinya, Gregory merasa tak puas dengan rasa berminyak pada donat yang dipelintir menjadi berbagai bentuk.

Selain itu, ia pun merasa bagian tengah kue tersebut agak mentah. Ia mengaku telah melubangi bagian tengah adonan dengan kotak merica di kapal dan ia mengajarkan teknik tersebut kepada ibunya.

Majalah Smithsonian menyatakan, ibunda Gregory—Elizabeth Gregory—“membuat adonan goreng dengan cerdik menambahkan bumbu pala dan kayu manis bersama kulit lemon.” Ia kemudian meletakkan hazelnut atau kenari di tengahnya dan menyebut makanan tersebut donut.

Etimologi

Referensi Washington Irving terhadap “donat” pada 1809 dalam bukunya “History of New York” lebih sering dikutip sebagai rekaman tertulis pertama dari istilah tersebut. Irving mendeskripsikan “bola-bola adonan manis, digoreng dengan lemak dan disebut donut atau olykoek.

Mulanya, donat hanya digoreng dengan minyak goreng biasa. Namun, pada 1920-an, seorang pria bernama Adolph Levitt membuat mesin donat yang secara otomatis langsung bisa menggoreng. Kenyataannya, penemuan ini memudahkan produksi makanan tersebut dalam skala besar dan mendorong popularitasnya. Konon, sejak saat itu, donat terus berkembang dan mendunia sebagai camilan lezat. Beragam variasi dan topping pun muncul kemudian.

Terlepas dari cerita itu, laman velvetcremedoughnuts menyebut, penggunaan istilah donat paling awal tercatat berasal dari sebuah cerita pendek. Cerita yang muncul pada 1808 itu menggambarkan penyebaran “fire-cakes dan dough-nuts”.

“Doughnut” berasal dari kata “dough” yang berati arti adonan, yaitu tepung yang belum digoreng atau dipanggang. Sementara kata “nut” pada waktu itu juga bisa merujuk pada makanan berbentuk kecil seperti kue. Jadi, secara harfiah “doughnut” dapat diartikan sebagai “adonan kecil.” Dalam perkembangannya, penyebutan kata “doughnut” dipendekkan oleh banyak orang menjadi “donut” sehingga menjadi penggunaan yang lebih universal.*

Bidik juga:

Pizza dan Sepotong Kisahnya dari Italia

Sepotong Kisah Black Forest, Begini Muasalnya!

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş