Skip links
croissant

Croissant yang Lezat Itu Berasal dari Prancis?

Croissant, saat Anda memikirkannya, mungkin Anda membayangkan gambaran Paris yang romantis kata kebanyakan orang. Pagi yang santai di Left Bank, ada meja bundar kecil, membaca Le Journal ditemani secangkir café au lait yang hangat, dan tentu saja croissant itu. Ya, croissant yang bermentega itu! Renyah di luar, ringan, dan lembut di bagian dalam.

Sekarang, bertanyalah pada diri Anda, dari mana asalnya, benarkah dari Prancis?

Croissant lezat yang Anda nikmati sembari menatap Menara Eiffel ternyata bukan dari bahasa Prancis. Faktanya, mengutip laman altohartley, croissant adalah salah satu jenis kue viennoiserie yang tentu saja berasal dari Kota Wina, Austria. Inilah kota yang dikenal sebagai tempat kelahiran penganan lezat berkelas itu.

Cikal bakal croissant modern disebut sebagai kipferl yang berasal dari abad ke-13 dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kudapan ini sering kali diisi dengan kacang atau isian lainnya, dan kipferl (mungkin berasal dari Mesir kuno) lebih padat dan manis.

Sekitar pergantian abad ke-17, adonan tersebut mulai berubah dan gaya adonan yang digunakan croissant modern tradisional pertama kali didokumentasikan. Namun, bagaimana itu berubah?
Sebuah cerita mengatakan, para pembuat roti di Wina yang bekerja sepanjang malam mendengar suara orang-orang Turki ketika mereka mencoba membuat terorongan di bawah kota selama invasi tahun 1683. Mereka memperingatkan para pembela kota yang pada dasarnya menyelamatkan kota tersebut dari pengepungan Ottoman.

Mirip bulan sabit

Dalam perayaannya, para pembuat roti membuat kue yang melambangkan bulan sabit yang juga merupakan simbol utama pada bendera Turki. Kata Jerman “kipferl” atau bulan sabit menjadi peragaan kuliner kemenangan Wina atas Turki waktu itu.

Bukti autentik pertama mengenai croissant di Prancis berasal dari seorang pembuat roti bernama August Zang. Ia memiliki toko kue kelas atas di Paris pada awal tahun 1800-an dan diberi nama Boulangerie Viennoise. Ini sesuai dengan nama kota asalnya, Wina, dan menyajikan banyak camilan terkenal, termasuk kipferl. Namun, versi Parisnya dibuat lebih rapuh dibandingkan manisan tradisional. Orang Paris mulai menyebutnya croissant karena bentuknya yang seperti bulan sabit.

Akhirnya, pada tahun 1915, seorang pembuat roti di Prancis bernama Sylvain Claudius Goy menulis resep yang kita semua kenal dan sukai saat ini.*

Bidik juga:

Donat, Adonan Kecil yang Mengembang ke Seantero Jagat

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş