Belajar Fotografi: Memahami Istilah, Prinsip, dan Tujuan Fotografi
Secara umum, fotografi merupakan metode untuk menghasilkan foto atau gambar. Praktiknya, metode ini sering dilakukan untuk mengabadikan berbagai momen atau peristiwa, seperti dalam bidang jurnalisitik atau berita dan produksi iklan.
Kenyataannya, aspek paling penting dalam fotografi adalah cahaya. Mengapa? Tanpa adanya cahaya maka tak akan ada hasil foto yang bisa dilihat atau dibuat. Berikut pengertian, tujuan dan prinsip fotografi.
Pengertian
Dalam buku “Komunikasi Visual” yang diterbitkan 2021, Pundra Rengga Andhita menulis, kata fotografi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani. Dua kata tersebut adalah photos dan grafos. Photos artinya cahaya, dan grafos artinya melukis atau menggambar.
Oleh karena itu, fotografi didefinisikan sebagai aktivitas menggambar atau melukis dengan memanfaatkan cahaya. Perangkat paling populer untuk menggambar, melukis, atau menangkap cahaya adalah kamera.
Tujuan
Darsono dalam buku “Terampil Fotografi dengan Teknik Peer Tutoring” (2020) menuliskan mengenai tujuan fotografi. Menurutnya, tujuan yang paling utama fotografi adalah komunikasi. Maksudnya, komunikasi yang menggambarkan hubungan langsung antara fotografer dengan penikmat hasil fotonya.
Dalam hal ini, fotografer berperan sebagai perekam peristiwa atau momen lalu disajikan kepada khalayak melalui hasil fotonya.
Suatu karya fotografi bisa dibilang memiliki nilai komunikasi ketika dalam penampilan subjeknya digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan. Di samping itu, nilai tersebut dapat tersampaikan kepada khayalak dengan baik sehingga terjalin hubungan pemahaman makna.
Prinsip
Pada dasarnya, prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium tersebut dibakar dengan luminans, yaitu ukuran intensitas cahaya yang berasal dari sumber dalam satu arah cahaya yang tepat. Proses tersebut akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan yang kini dikenal sebagai lensa.
Selanjutnya, supaya intensitas cahaya tepat dalam menangkap gambar digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapatkan pencahayaan yang tepat maka fotografer bisa mengatur intensitas cahaya dengan mengubah kombinasi pengaturan ISO, diafragma (aperture), dan kecepatan rana (shutter speed) pada kamera.*
Bidik juga:
