Secuil Kisah Freemasonry dan Gedung Museum Kota Bandung
Museum Kota Bandung yang memfokuskan koleksi pameran pada dokumentasi sejarah Bandung menempati gedung tua di Jl. Aceh No. 47. Bangunan gedung heritage bergaya Art Deco tersebut dibangun pada 1920.
Namun, siapa sangka, gedung berusia lebih dari seabad itu menyimpan kisah dan sejarah panjang Bandung masa lalu. Kisah itu, salah satunya berkaitan dengan kelompok Freemasonry.
Mulanya, bangunan yang kini difungsikan sebagai Museum Kota Bandung, pernah digunakan untuk kegiatan edukasi Frobelschool. Frobelschool merupakan lembaga pendidikan setara sekolah taman kanak-kanak milik Loge Sint Jan. Seturut catatan sejarah, Loge Sint Jan dikenal sebagai kelompok Vrijmetselarij (Freemasonry) di Bandung yang didirikan pada 23 November 1880.
Setelah kurang lebih 18 tahun berdiri, tepatnya pada 1898, Loge Sint Jan membuka Frobelschool dengan meminjam sementara bangunan Paseban di Pendopo Kabupaten Bandung. Lebih dari sepuluh tahun sekolah ini beraktivitas di sana.
Namun, berkat proposal dan penggalangan dana dari banyak pihak, pengurus kelompok ini memperoleh dana yang cukup. Akhirnya, mereka membangun gedung sendiri dan resmi digunakan pada 25 Agustus 1900. Gedung ini berada di seberang markas Loge Sint Jan dan kini di atas lahan tersebut berdiri bangunan baru, Masjid Al Ukhuwah.
Gedung museum
Sekitar tahun 1920, Frobelschool kembali pindah dan menempati gedung baru di Atjehstraat (kini Jl. Aceh). Mereka cukup lama menggunakan gedung ini yakni lebih dari dua puluh tahun hingga tibanya pendudukan Jepang.
Saat okupasi Jepang, seluruh kegiatan Frobelschool dan Freemasonry dihentikan secara paksa, termasuk kegiatan pendidikan. Pasca-Indonesia merdeka, kelompok tersebut berusaha bangkit, tetapi selalu dapat digagalkan. Akhirnya, pada 1960-an, Pemerintah Indonesia secara resmi melarang aktivitas Freemasonry di dalam negeri dan seluruh asetnya dinasionalisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih gedung bekas Frobelschool lalu difungsikan sebagai Sekolah Pendidikan Olah Raga dan Gedung KONI. Pada 22 Januari 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghibahkan gedung anggun tersebut kepada Pemerintah Kota Bandung dan digunakan sebagai Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga.
Sekitar lima tahun kemudian, pemerintah merenovasi gedung tersebut sehingga terlihat lebih cantik dan terawat. Pada 31 Oktober 2018, Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan gedung yang sampai saat ini difungsikan sebagai Museum Kota Bandung.*
