Skip links
Alun-Alun Kota Bandung

Wajah Baru Alun-Alun Bandung di Pengujung Tahun

Alun-alun Bandung memang punya daya tarik tersendiri sebagai ruang publik terpopuler di Parijs van Java. Magnet ini, bahkan sudah melekat sejak masa Pemerintah Hindia Belanda.

Memang, ruang terbuka tersebut sempat semrawut lantaran adanya pedagang kaki lima yang mangkal saban hari di sana. Jadinya, alun-alun terkesan kumuh dan tidak terawat.

Selamat tinggal pemandangan kurang sedap. Pemerintah Kota Bandung merevitalisasi besar-besaran terhadap lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut pada 2014. Alun-alun Kota Bandung bersolek. Dengan wajah baru, ruang publik ini seolah menemukan kembali jati dirinya.

Boleh dibilang yang pertama. Alun-alun ini berlantaikan hamparan rumput sintetis berpola, bak permadani hijau raksasa. Tak hanya itu, taman bunga di sekelilingnya menambah estetika yang memanjakan mata.

Alun-alun telah disulap menjadi taman indah. Menjelang pergantian tahun, tepatnya 31 Desember 2014, buah revitalisasi tersebut diresmikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sejak itu, pesonanya semakin meroket dan sempat viral. Saking kekiniannya, saat itu muncul anekdot:

Di Bandung nuju usum naon?” (Di Bandung sekarang sedang musim apa?”).

Ayeuna mah nuju usum popotoan di alun-alun.” (Sekarang lagi musim berfoto ria di Alun-alun).

Sekira tiga bulan, anekdot ini menghiasi linimasa Twitter (kini X) dan Instagram.

Setiap saat orang berkunjung ke tempat ini meski sekadar untuk melepas penat dan popotoan. Mau pagi atau malam, alun-alun acap menjadi primadona warga menghabiskan waktu liburan alias piknik bersama keluarga. Alhasil, alun-alun tak pernah sepi pengunjung terutama kala akhir pekan. Orang datang berbondong-bondong.

Selain berada di pusat kota, Alun-alun Kota Bandung juga menyimpan nilai sejarah penting yang megiringi perkembangan kota ini. Di sebelah selatan terdapat pendopo dan Masjid Raya Bandung di utara. Sementara di barat membentang Jalan Asia Afrika yang dulu mashyur dengan nama Grote Postweg yang meleganda.

Revitalisasi

Alun-alun Kota Bandung kembali direvitalisasi pada 2018. Hamparan rumput diremajakan sehingga tampak lebih segar. Pola geometris rumput yang baru lebih unik dan artistik. Sebetulnya, tiap tahun ada pemeliharaan kawasan bersejarah tersebut.

Terbaru, revitalisasi pada September hingga November 2025 mencakup beberapa aspek, seperti kursi taman, pagar, trotoar untuk disabilitas, dan perbaikan rumput sintetis. Meski revitalisasi tersebut saat ini sudah selesai, tapi alun-alun masih ditutup. Rencananya, pada pertengahan atau akhir Desember 2025 kembali dibuka sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai tempat liburan akhir tahun.*

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Asyik Bermain di Taman Super Hero Bandung

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş