Skip links
Ragam Hias Masjid Raya Al Jabbar

Masjid Raya Al Jabbar, Ketika Arsitektur Menyentuh Jiwa

Di balik kemegahan arsitektur Masjid Raya Al Jabbar di Bandung, ada tangan-tangan yang merawatnya dengan penuh cinta. Ya, pengelola atau manajemen masjid yang senantiasa menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan setiap sudut.

Namun, arsitektur bukan sekadar bentuk—ia adalah perjalanan batin. Yuk, mengenal lagi rumah Allah yang menjadi kebanggaan Jawa Barat ini. Ayo datang, resapi, dan jadikan setiap langkah sebagai doa. Ajak keluarga, sahabat, dan diri Anda sendiri untuk kembali menemukan jeda.

Arsitektur menyentuh jiwa

Masjid tak hanya indah karena bentuknya, tapi karena dirawat dengan cinta. Dari kejauhan, fasad Masjid Al Jabbar tampak seperti doa yang mengangkat langit. Struktur atapnya bukan sekadar estetika, tapi simbol keteraturan ciptaan Allah.

Ketika matahari menyentuh fasadnya, warna-warna lembut memantul seperti harapan. Air di sekeliling masjid menghadirkan rasa teduh—seolah menenangkan pikiran yang bising. Setiap langkah menuju masjid terasa seperti perjalanan pulang. Gerbangnya seakan mengajak: masuklah, ada keheningan yang menunggu.

Pantulan cahaya dari dindingnya membentuk suasana lembut yang mengajak hati merunduk.

Heningnya ruang utama membuat hiruk-pikuk dunia terasa menjauh. Di sana, setiap motif seakan mengajak kita untuk lebih tertata dalam ibadah.

Jika kita perhatikan dengan saksama, mihrabnya sederhana tapi khusyuk—menekankan esensi, bukan kemewahan. Mendongak ke atas, kita bakal melihat kubahnya yang memantulkan cahaya lembut, seperti pengingat bahwa Allah selalu di atas segalanya.

Saat malam turun, masjid terlihat bercahaya—seperti mercusuar bagi hati yang lelah. Sementara, lorong-lorongnya hening, terasa seperti ruang untuk berdialog dengan diri sendiri.

Di bagian luar, siapa sangka sculpture yang meliuk berwarna emas di dekat kolam merupakan simbol keagungan yang lembut, bukan sombong. Sebab itu adalah bentuk lafaz yang penuh keagungan.

Hamparan halaman hijau yang asri membuat jamaah bisa berhenti sejenak, bernapas, dan bersyukur. Semua fasilitas masjid didesain untuk memudahkan seluruh jemaah supaya ibadah terasa dekat dan ringan.

Singkat kata, kebersihan ini bukan hanya tugas manajemen… tapi juga bentuk cinta kita pada rumah Allah. Datanglah dan bawa pulang ketenangan. Rasakan angin, cahaya, dan heningnya Masjid Raya Al Jabbar.*

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Masjid Raya Bandung: Jantung Iman di Tengah Kota

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş