Jumat di Bandung: Hari yang Selalu Punya Rindu
Jumat di Bandung selalu punya cara menenangkan hati, dari pagi yang lembut, sore berwarna emas sampai malam yang penuh cerita.
Akan tetapi, Jumat kali ini kembali berbeda sebab Persib Bandung akan bertanding melawan Dewa United di Stadion GBLA di SuperLeague. Ketika laga berlansung, jalanan terasa lebih sepi dari biasanya. Sebab, warga Bandung banyak yang menikmati dan menyaksikan laga tim kebanggaannya bersama kawan atau keluarga.
Tak dimungkiri, Bandung di hari Jumat selalu punya ritme sendiri. Mulai dari pagi yang lembut sampai malam yang tak mau selesai, ritmenya berbeda.
Jalan Menuju Kantor
Macetnya beda, tapi semangatnya tetap sama. Jumat bikin perjalanan terasa lebih ringan, karena semua orang menunggu akhir pekan.
Ngopi Sebentar
Pit stop paling sakral: ngopi. Di sudut-sudut Bandung, barista sibuk menciptakan mood yang baik bagi penikmat kopi.
Angin Siang Kota Tua
Asia Afrika siang hari, vibes-nya selalu nostalgia. Bangunan tua seakan berbisik, mengingatkan bahwa Bandung punya sejarah panjang.
Menjelang Sore
Golden hour Bandung adalah obat hati. Cahaya jatuh di Gedung Merdeka atau Braga, bikin semuanya terasa hangat.
Friday Escape
Sore-sore, teman kerja berubah jadi teman healing. Kafe penuh, sudut kota ramai, semua cari tempat buat melepas penat.
Aroma Kuliner
Jumat malam identik dengan berburu rasa. Mulai dari seblak sampai batagor, kota ini punya caranya sendiri untuk memanjakan lidah.
Lampu Malam Bandung
Ketika lampu-lampu kota menyala, cerita baru dimulai. Bandung malam hari itu candu—tenang tapi hidup.
Momen Pulang
Perjalanan pulang selalu penuh renungan. Tentang pekan yang dilalui, dan harapan buat esok yang lebih baik.
Di Bandung, Jumat bukan sekadar hari. Ia adalah jeda manis, pengingat bahwa hidup itu perlu dinikmati perlahan.
Setiap orang pasti punya kesibukan dan hasrat yang berbeda dalam menikmati kota. Namun, entah mengapa, Bandung di hari Jumat itu seakan agak laen dari hari-hari lainnya. Suasana kantor, pusat belanja, tempat hangout, masjid, hingga jalanan kota menghadirkan kenangannya masing-masing.*
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
