Skip links
Banceuy Kota Bandung

Jalan Banceuy, ”Jejak Waktu di Bandung”

Jalan Banceuy di Kota Bandung tak hanya tumbuh, tapi juga mengingat. Di sini, setiap langkah menyimpan kisah. Sebelum dikenal sebagai Jalan Banceuy, dulu bernama Banceuyweg di masa Hindia Belanda. Lebih jauh lagi bernama Oude Kerkhofweg.

“Banceuy” diyakini berasal dari kata Sunda kuno — tempat menambatkan kuda. Dari sinilah denyut ekonomi Bandung bermula. Kawasan perdagangan yang ramai sejak abad ke-19, tempat bertemunya berbagai budaya.

Dinding bata tebal, jendela besar, dan papan nama tua merupakan jejak arsitektur kolonial yang masih bertahan di antara bangunan modern.

Dulu, suara roda gerobak dan sepeda jadi musik pagi Banceuy. Setiap bunyi roda adalah napas kehidupan Bandung lama.

Banceuy tak bisa dipisahkan dari komunitas Tionghoa Bandung. Dari toko kelontong hingga rumah usaha, mereka menulis bab penting dalam sejarah ekonomi kota.

Sejak 1930, aroma kopi sangrai menyapa siapa pun yang melintas di jalan itu. Kopi Aroma bukan sekadar merek—ia adalah waktu yang diseduh dengan sabar.

Tak ada mesin canggih, hanya kesetiaan pada tradisi. Di setiap biji yang disangrai, tersimpan cerita tentang kesabaran dan cinta pada kualitas.

Di sinilah Bung Karno pernah ditahan tahun 1929. Ruang sempit itu justru melahirkan semangat besar tentang kemerdekaan. Kini, bekas selnya menjadi situs bersejarah. Saksi bisu lahirnya pemikiran besar tentang Indonesia merdeka.

Era Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Banceuy tetap hidup. Toko-toko kecil kembali buka, menjadi nadi ekonomi rakyat Bandung. Di sanalah era keemasan toko onderdil, reparasi radio, dan studio foto.

Setiap etalase punya cerita, setiap papan nama punya kenangan.

Bagi warga Bandung, Banceuy bukan sekadar jalan. Ia adalah ruang tumbuh, tempat tawa, dan saksi masa kecil yang tak terganti. Papan nama lawas, pintu kayu tua, dan banyak toko yang setia berdiri di sana. Jalan ini seakan menolak lupa di tengah Bandung yang kian cepat berubah.

Gedung baru berdiri satu per satu berdiri, lampu jalan berubah terang. Namun, pesona lamanya tetap berbisik di antara langkah-langkah baru.

Kota tumbuh, tapi sejarah tetap menuntun arah. Banceuy menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.  Anak muda mulai kembali melirik Banceuy, merekam kisahnya lewat kamera, kopi, dan nostalgia.

Menjaga Banceuy bukan sekadar melestarikan bangunan tua. Akan tetapi, menjaga jati diri Bandung sebagai kota berkarakter dan berjiwa.

Jalan ini mengingatkan kita, bahwa kemajuan tak harus melupakan akar. Sebab, kota tanpa sejarah hanyalah ruang tanpa jiwa.*

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Fakta Braga yang Jarang Diungkap

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş