Apa Itu Panning dalam Fotografi? Ini Penjelasannya!
Panning adalah cara yang hebat untuk menghasilkan gambar yang penuh energi, gerakan, bahkan efek abstrak. Namun, bagaimana cara kerjanya? Teknik dan pengaturan apa yang sebaiknya Anda gunakan?
Fotografi panning
Inilah teknik yang digunakan dengan menggerakkan kamera saat menekan tombol rana. Foto yang dihasilkan menampilkan blur bergaris yang indah.
Panning dari sisi ke sisi adalah teknik yang paling umum, tetapi Anda juga dapat melakukan panning ke atas dan ke bawah atau secara diagonal. Perhatikan bahwa gambar panning umumnya menampilkan subjek yang bergerak, seperti mobil, pengendara sepeda motor, pelari, atau hewan yang sedang berlari.
Dengan cara ini, fotografer dapat mengikuti pergerakan subjek dengan kamera. Meskipun lingkungan sekitar akan kabur alias buram, subjek itu sendiri akan tetap tajam.
Namun, tidak semua pergerakan kamera akan menghasilkan efek panning yang kreatif meski Anda berhasil menangkap blur yang menarik. Untuk hasil terbaik, Anda harus menggabungkan teknik yang cermat dengan pengaturan kamera tertentu.
Kapan sebaiknya Anda menggunakan panning?
Panning adalah cara yang hebat untuk menangkap gambar artistik dari subjek yang bergerak. Ini juga merupakan cara yang sangat baik untuk menyampaikan gerakan dan hasilnya terlihat bagus.
Adapun subjek yang bisa dibidik antara lain:
- Mobil melaju kencang di jalan
- Satwa liar berlomba melintasi ladang
- Burung terbang di udara
- Pelari berlari di trotoar
Panning sangat berguna ketika cahaya mulai redup dan Anda kesulitan menangkap gambar yang tajam dengan cara konvensional. Jika Anda memotret burung yang sedang terbang saat senja, Anda mungkin hanya bisa meningkatkan kecepatan rana hingga 1/80 detik. Mungkin ini akan menghasilkan gambar “standar” yang buram, tetapi merupakan kecepatan yang sempurna untuk menciptakan bidikan panning yang memukau. Masuk akal?
Memang, fotografi panning melibatkan banyak kesalahan, bahkan setelah Anda berpengalaman. Jadi, jika Anda hanya memiliki satu bidikan pada subjek Anda (misalnya, seekor burung langka kebetulan terbang), seringkali lebih baik untuk mengambil gambar normal dan menunda proses panning untuk hari berikutnya.
Memang, karena panning menghasilkan gambar yang sangat artistik, teknik ini tidak selalu ideal untuk keperluan foto jurnalistik. Misalnya, saat Anda memotret pertandingan sepak bola untuk surat kabar.
Untuk menangkap gambar panning yang bagus, subjek harus bergerak di dekat posisi Anda, bukan langsung ke arah atau menjauh dari Anda.
Cara mengambil foto panning: pengaturan dan teknik
Panning dimulai dengan subjek yang bergerak. Jika Anda baru pertama kali mencoba panning, mulailah dengan memotret mobil. Sebab, mobil mudah ditemukan, mudah ditebak, dan bergerak cukup cepat. Dengan begitu, Anda akan memiliki kesempatan untuk mengasah kecepatan panning Anda. Seiring waktu, Anda dapat beralih ke subjek yang lebih sulit seperti atlet, satwa liar, dan burung.*
Foto: lightstalking
Bidik juga:
