Skip links
lalu lintas Bandung

Bandung Uji Coba Sistem Lalu Lintas Berbasis AI

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengatasi kemacetan lalu lintas dan pengelolaan transportasi. Baru-baru ini, Bandung mulai melakukan uji coba penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem pengaturan lampu lalu lintas.

Diterapkan di beberapa titik, program ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi digital dalam mewujudkan visi Bandung Smart City. Selain itu, penerapan AI sekaligus menjawab tantangan kronis kemacetan yang sudah membayangi kota ini selama bertahun-tahun.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, sistem berbasis AI ini didesain untuk mengatur durasi lampu hijau dan merah secara otomatis. Sistem tersebut bekerja berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan di setiap persimpangan jalan.

Dalam praktiknya, teknologi tersebut memanfaatkan data visual dari kamera pengawas (CCTV) serta sensor lalu lintas yang tersebar di banyak ruas jalan strategis.

“Di semua daerah kita sedang melakukan percobaan penggunaan AI. Jadi, tanpa disadari, sebenarnya sistemnya sudah mulai berjalan. Lampu merah dan hijau nanti akan berganti sesuai tingkat kepadatan jalan, bukan lagi secara manual seperti sekarang,” kata Farhan menjelaskan.

Sistem AI

Dikutip dari detik.com, Jumat (24/10/2025), Farhan menjelaskan, sistem AI ini mampu menganalisis volume kendaraan secara realtime. Tak hanya itu, sistem mampu menyesuaikan durasi lampu secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia.

Dengan demikian, pengaturan lalu lintas menjadi lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Terlebih, pada jam-jam sibuk yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan panjang di persimpangan.

“Kalau biasanya ada petugas di Command Center (CS) yang mengatur manual, nanti AI yang akan menyesuaikan secara otomatis. Sekarang masih tahap percobaan, belum diterapkan di semua titik,” kata Farhan.

Farhan menyadari, ada potensi sistem lampu lalu lintas berbasis AI itu suatu saat tidak bisa berjalan sempurna. Salah satu faktor yang ia khawatirkan adalah saat kondisi kehilangan sinyal internet yang malah menimbulkan kemacetan lebih besar.

Farhan menilai inovasi ini merupakan langkah penting dalam menjawab persoalan kemacetan yang menjadi kekhawatiran di Bandung. Seturut data Kementerian Perhubungan, Kota Bandung termasuk dalam jajaran kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Indonesia, terutama pada jam kerja pagi dan sore hari, serta akhir pekan saat aktivitas wisata meningkat signifikan.*

Foto: atcs-dishub.bandung.go.id

Bidik juga:

Kabar Gembira! Bandung Bakal Punya KRL

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş