Skip links
Gua Jepang Tahura Djuanda

Misteri “Lada” di Gua Jepang Tahura Djuanda!

Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura), Dago Pakar, Bandung, sungguh asri. Di sana, siapa pun bisa merasakan sensasi alam yang menyejukkan dan memanjakan mata. Namun, di balik pesonanya yang indah, hutan ini menyimpan misteri yang menyebar lintas generasi di tengah masyarakat pribumi, membawa kisah lain yang sulit diterima dengan akal sehat.

Gua Jepang Tahura Djuanda ini benar-benar lembab dan gelap. Ada sisa terowongan kecil, sel, rel hingga rantai-rantai besar yang dulu digunakan oleh rakyat saat kerja paksa romusa. Tak sedikit cerita yang mengatakan, di dalam gua terdapat arwah-arwah tentara Jepang dan warga. Itulah mengapa Gua Jepang dianggap angker oleh banyak orang.

Mereka bersemayam di dalam dingin dan gelapnya dinding-dinding gua, seolah tak mau berpindah dari tempat mereka dulu disiksa dan dibunuh secara keji. Terkadang akan muncul suara jeritan dari dalam gua. Jeritan ini disebut-sebut masyarakat setempat berasal dari ruang tahanan yang ada di dalam gua tersebut.

Lada

Tak sampai di situ, keangkeran lainnya ketika mengunjungi tempat ini adalah terdengarnya bunyi suara tentara yang tengah berbaris di dalam gua.

Namun, menurut kepercayaan lokal, di seputar gua juga terdapat mitos dilarang mengucapkan atau menyebutkan nama “lada” sembarangan. Sebab, apabila ada yang nekat mengatakannya, maka siap-siap akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan atau tertimpa kesialan.

Lada adalah nama salah seorang tokoh masyarakat atau leluhur yang sangat dihormati, bahkan namanya disakralkan oleh masyarakat setempat. Untuk merujuk kata lada (pedas/ bumbu masakan), masyarakat setempat menggantinya dengan kata “haneut” (hangat).

Aki Lada adalah tokoh masyarakat yang hidup jauh sebelum kedatangan Jepang, yaitu pada masa penjajahan Belanda. Saat Aki Lada masih hidup, masyarakat di sana sangat segan untuk menyebut namanya apalagi saat beliau sudah tidak ada.

Ketika mengucap kata “lada”, hal tersebut dianggap seperti menantang sosok penunggu Gua Jepang. Seakan kata ini dapat memancing makhluk gaib untuk menampakkan diri. Konon, sosok-sosok astral akan mencoba mengganggu pengunjung yang menyebut kata terlarang tersebut dengan berbagai macam cara.

Suara-suara aneh bisa saja terdengar, penampakan, kesurupan, bahkan dalam beberapa kasus sosok astral dapat mengikuti pengunjung. Jika sosok ini ikut masuk ke dalam mimpi, ia akan mengajak si pengunjung kembali masuk ke gua dan si pengunjung akan dibuat tersesat di dalam Gua Jepang.

Ketika terbangun, bisa jadi si pengunjung tersebut akan ditimpa kemalangan berupa rasa sakit di seluruh tubuh, bahkan hingga bekas pukulan di wajah. Meski demikian, Gua Jepang dan Tahura Djuanda adalah salah satu situs bersejarah sekaligus wisata alam yang populer di Bandung.*

Foto: Dudi Sugandi

Bidik juga:

Ambulans Tua Bahureksa, Kisah Horor yang Penuh Misteri

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş