Asia Africa Festival 2025, Rayakan Persatuan dan Keberagaman
Asia Africa Festival (AAF) 2025 yang digelar di Kota Bandung menyedot antusias masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. Festival yang digelar pada Sabtu-Ahad, 18–19 Oktober 2025 terpusat di di kawasan ikonis Jalan Asia Afrika dan sebagian Jalan Braga.
Rangkaian acara festival dibuka dengan meriah tarian dari Ega Robot Ethnic Percussion asal Kota Kembang.
Kegiatan dihadiri oleh Delegasi Malaysia, Rwanda, Arab Saudi, Guinea, Bangladesh, Seychelles, Mesir, Bahrain, Thailand, Libya, Aljazair, Srilanka, Jordan hingga India. Tak hanya itu, AAF 2025 pun dimeriahkan oleh seni budaya dari perwakilan kota dan kabupaten di Indonesia.
Persatuan dan keberagaman
Seperti sebelumnya, Asia Africa Festival 2025 pun mengambil lokasi ikonis Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga. Festival menghadirkan pengalaman ruang publik yang inklusif, mempertemukan seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta warga dan wisatawan dalam satu panggung kebinekaan.
Sebagai etalase kreativitas, festival pun menghadirkan bazar dari berbagai sektor kreatif—mulai dari fesyen, lifestyle, kuliner, hingga produk unggulan daerah.
Di lokasi penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati kurasi jenama lokal, mencicipi ragam cita rasa Nusantara. Tentu saja, sekaligus membawa pulang karya-karya terbaik dari komunitas kreatif Bandung dan sekitarnya dengan harga terjangkau.
Deretan penampilan seni mewarnai panggung sepanjang hari. Hal ini menegaskan semangat kolaborasi lintas generasi dan tradisi. Di lintasan parade, ribuan perserta dengan kostum unik dan semarak tampil memukau ribuan pasang mata.
Salah satu bagian iring-iringan yang menarik perhatian adalah parade Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng dengan kostum beragam, mulai dari tradisional hingga kostum pejuang.
Kehadiran sejumlah bintang tamu istimewa turut menambah daya tarik festival tahun ini. Mereka mempertebal dan memperkaya atmosfer perayaan di koridor heritage yang menjadi saksi sejarah persaudaraan dua benua, Asia dan Afrika.
Selain menyuguhkan hiburan brkualitas, festival juga mendorong geliat ekonomi kreatif melalui pertemuan pelaku usaha, komunitas, serta publik. Dengan begitu, manfaatnya terasa langsung oleh warga dan UMKM.
Asia Afrika Festival 2025 menegaskan, komitmen Bandung untuk terus menjadi ruang temu budaya yang terbuka, ramah, dan berkelanjutan.
Melalui perjumpaan karya, kuliner, musik, dan tari, AAF mengajak semua pihak merayakan perbedaan sebagai kekuatan sekaligus menjaga warisan sejarah yang lahir dari semangat solidaritas Asia–Afrika.*
Foto: bandung.go.id
Bidik juga:
