Cerita Urban Legend di Bandung yang Penuh Misteri, Berani Baca?
Bandung tak hanya terkenal karena pesona wisata dan kulinernya, tetapi juga urban legend yang sudah mengakar sejak era Hindia Belanda. Legenda urban itu, bahkan sebagian masyarakat Bandung meyakininya sebagai kebenaran.
Soal benar atau tidaknya legenda urban memang perlu kajian yang lebih mendalam. Legenda ini kerap dikaitkan dengan tempat-tempat angker yang ceritanya bikin bulu kuduk berdiri. Terlepas dari itu, berikut beberapa urban legend yang paling populer di Kota Kembang.
Patung Pastor Verbraak
Patung di Taman Maluku ini dibuat pada 1922 untuk mengenang jasa Pastor Hans Christian Verbraak di bidang kemanusiaan. Konon, mata patung kerap kedapatan melirik mengikuti gerak-gerik orang yang berada di sekitar taman.
Terkadang buku yang dipegang patung Verbraak berpindah tangan, ke sebelah kiri atau kanan meski tanpa seorang pun tahu proses perpindahannya.
Gereja S. Albanus
Bangunan tua di Jalan Banda ini dikenal dengan nama Gereja S. Albanus yang sepi. Mungkin sejak awal didirikan gereja tersebut banyak terpengaruh teosofi yang arahnya lebih ke Gerakan Zaman Baru, gabungan ajaran Barat-Timur.
Diceritakan penjaga gereja, dulu di dalam sering terdengar suara radio transitor yang mengudara alias siaran berbahasa Belanda. Padahal, radio tersebut sudah tidak ada.
Penunggu pohon Babakan Siliwangi
Di siang hari, kawasan Babakan Siliwangi sungguh sejuk dan ramai, bahkan menjadi tempat favorit warga jalan-jalan. Namun, saat gelap datang, suasana terlihat “agak laen” apalagi pohon-pohon di sana tinggi dan rimbun.
Konon, hantu boneka Uci menghuni salah satu pohon besar di sana. Hantu boneka ramai diperbincangan berawal dari kecelakaan tragis satu keluarga di kawasan itu.
Goa Jepang
Dulu, Goa Jepang digunakan tentara Jepang untuk berbagai kegiatan, mulai dari pengintaian, gudang senjata hingga tempat ritual. Konon, goa ini dibangun dengan sistem kerja paksa pribumi alias romusha. Tak heran, banyak korban berjatuhan.
Diceritakan, ada sosok hantu bernama Ayame, wanita pribumi yang dipaksa untuk memenuhi keinginan tentara Jepang. Namun, karena depresi, ia pun mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Sosok Pendekar Cipaganti
Cerita misteri yang berkembang di jalan yang dipenuhi pohon rimbun ini adalah tentang sesosok pendekar tanpa kepala. Sosok tersebut diceritakan sering muncul alias menampakan diri pada tengah malam saat jalanan sepi dilalui kendaraan.
Hingga saat ini, belum diketahui kebenaran cerita yang sulit diterima nalar itu. Namun, kawasan Cipaganti termasuk daerah permukiman elite zaman Belanda.*
Foto: Patung Pastor Verbraak
Bidik juga:
