Aura Sunyi dan Kisah Mistis Gedung Isola di Kalangan Mahasiswa
Aura sunyi dan deretan kisah mistis Gedung Isola sudah tak asing di telinga mahasiswa UPI Bandung. Memang, kisah mistis yang menyebar di kampus dan kantor rektorat itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Akan tetapi, penyebaran kisah mistis di sana tak bisa dicegah, bahkan terdengar sampai masyarakat luar kampus. Akhirnya, cerita itu menjadi bumbu melodi kematian yang masih mengalunkan nada-nada sunyi, mengiringi sosok tak kasat mata yang luwes menari, menghibur diri di vila nan sepi.
Ya, Dominique Willem Berretty, raja media kelahiran Jogja, mewariskan kesunyian mendalam di semua penjuru vila setengah juta gulden. Meski sempat beberapa kali beralih tangan, vila mewah dan megah di Bandung utara itu masih mewariskan aura yang membuat bulu kuduk berdiri.
Mungkin kesunyian itu yang diinginkan mendiang Berretty, seperti falsafah yang dianutnya: “M’Isolo e Vivo” yang berarti “Aku mengasingkan diri dan hidup.” Falsafah tersebut sebetulnya “agak laen” dari kebanyakan orang waktu itu, tapi mencerminkan keinginan Berretty menjauh dari keramaian.
Tak heran, ia banyak menyendiri, menikmati hidup, dan menghabiskan waktu di vila itu tanpa kawan dan tentu tanpa banyak bicara! Namun, kehidupan Berretty bersama keluarga di Villa Isola tak lama karena ia tewas dalam kecelakaan pesawat terbang pada Desember 1934. Sepeninggalnya, Villa Isola sempat beralih fungsi menjadi hotel, markas tentara Jepang hingga menjadi kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kisah mistis
Ramainya suasana kampus UPI Bandung rupanya tak menghilangkan aura sunyi dan menenangkan yang sudah tertanam dan menyelimuti Villa Isola sejak tahun 1933. Dari melodi kematian hingga penampakan hantu berdansa, dan kisah-kisah mistis sudah menjadi rahasia umum di kalangan mahasiswa terhadap gedung itu.
Sosok perempuan bergaun putih diceritakan kerap muncul di balkon vila saat malam hari, diduga arwah istri Berretty yang masih menanti sang suami kembali. Konon, putri Berretty yang bernama Anna kerap menampakkan diri bermain sendiri di taman Parterre atau area dekat pohon beringin.
Ada mitos jika mengelilingi kolam di taman tersebut sebanyak 7 kali antara pukul 23.00–02.00, bisa memicu kejadian mistis yang tak terduga. Konon, cermin milik istri Berretty di salah satu ruangan dapat memantulkan bayangan lain saat orang sendirian yang disebut “pantulan jiwa”.
Penampakan bayangan manusia yang dikenal sebagai “penunggu cahaya pagi” sering muncul di puncak gedung kala subuh menghadap Kota Bandung. Kisah lainnya terungkap, seorang satpam pernah menyapa pria tua yang dikira staf lama di tangga Villa Isola. Tak ada yang mengenalnya, tapi cirinya mirip Berretty dalam foto-foto lama.
Mahasiswa sering merasakan suasana hening dan dingin di sekitar taman dan Gedung Isola saat malam, meski banyak yang wara-wiri. Salah satu ruang rapat, bahkan selalu dibiarkan ditinggali benda meski tak digunakan. Sebab, saat kosong sering terdengar suara gesekan kursi dari dalam.*
Berbagai sumber
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
