8 Quotes Bandung yang Bikin Nostalgia
Bandung bukan sekadar kota yang memikat berkat keindahan alamnya, tetapi juga kota yang penuh pesona kultural dan nostagia. Banyak orang yang merepresentasikan kerinduan dan kekaguman kepada Bandung dengan caranya tersendiri. Misalnya, lewat quotes atau ungkapan yang bermakna dan membangkitkan nostalgia yang indah.
Quotes tentang Bandung berikut tak lepas dari pamor dan pesona kotanya serta daya tarik tujuan wisata, bahkan sejak era Hindia Belanda. Berikut 8 quotes terkenal tentang Bandung.
1.
“Bandoeng is het paradijs der aardsche schoonen. Daarom is het goed daar te wonen. (Bandung adalah sorga permai di atas dunia. Itulah sebabnya, baik untuk bermukim di sana).” – Bandoeng Vooruit (Bandoeng Maju/Perkumpulan pengembangan pariwisata yang dibentuk 1925).
2.
“Don’t come to Bandoeng, if you left a wife at home.” – Majalah Mooi Bandoeng (1937).
3.
“Nederlanders, waarom terug naar Europa? Blifft in Indie! Zij die reeds zijn vertrokken, kom terug en vestigt U in Bandoeng!” (Nederlander, mengapa pulang ke Eropa? Tetaplah tinggal di Hindia! Yang sudah pulang, kembali dan tinggallah di Bandung!). – J. E. A. von Wolzogen Kühr (Wali Kota Bandung periode 1928-1933, Majalah Mooi Bandoeng 1937)
4.
“Bandoeng is specially in favoured in having close at hand and easy of access, many beauty spots of natural marvels rarely to met with anywhere else in the world within so small an area. (Bandoeng sangat diunggulkan karena letaknya yang dekat dan mudah diakses, banyak tempat indah dengan keajaiban alam yang jarang ditemukan di tempat lain di dunia dalam wilayah yang sangat kecil.)” – W. Finnimore (Wisatawan London, Majalah Mooi Bandoeng 1937)
5.
“Aku kembali ke Bandung kepada cintaku yang sesungguhnya.” – Ir. Sukarno (Presiden Republik Indonesia pertama).
6.
“Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum.” – Martinus Antonius Weselinus Brouwer (Psikolog/Budayawan kelahiran Belanda).
7.
“Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis. Lebih dari itu, melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi.” – Pidi Baiq (Penulis/Seniman).
8.
“Bagi saya, Bandung bukan hanya nama kota. Ia juga merupakan filosofi hidup.” – Ridwan Kamil (Arsitek/Wali Kota Bandung periode 2013-2018).*
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
