5 Foto Termahal di Dunia, Nomor Satu Terbanyak Dilihat
Foto bukan sekadar dokumen kenangan, tetapi juga bisa menjadi sesuatu yang menghadirkan nilai tinggi secara ekonomi dan harga termahal. Sejumlah fotografer dunia, bahkan telah membuktikan bahwa karyanya layak mendapat apresiasi dari seluruh mata dunia.
Harga fantastis dari sebuah foto tak hanya terletak pada estetika visualnya, tetapi juga pada makna dan konteks di belakang penciptaannya. Berikut ini adalah lima foto termahal di dunia yang bisa jadi menginspirasi para fotografer khususnya pemula.
Rhein II (1999)

Karya fotografer Andreas Gursky menjadi foto termahal di dunia sepanjang sejarah dengan harga mencapai US$4,3 juta. Foto yang menampilkan panorama minimalis Sungai Rhein yang diedit secara digital untuk menciptakan visual yang harmonis. Tak lama berselang, foto ini tampil di wallpaper Windows yang membuatnya telah dilihat oleh miliaran orang di dunia.
Untitled #96 (1981)

Cindy Sherman, sang fotografer, menghadirkan foto yang penuh simbolisme sekaligus mendeskripsikan seorang gadis terbaring di lantai dengan ekspresi yang ambigu. Selain mencerminkan identitas perempuan dalam budaya pop, foto seharga US$3,9 juta itu menjadikannya relevan secara sosial dan akademis.
For Her Majesty (1973)

“For Her Majesty” karya Gilbert dan George menempati urutan ketiga dengan nilai US$3,7 juta. Secara umum, foto ini menggambarkan kritik sosial terhadap institusi politik dan agama dengan gaya yang unik dan provokatif.
Dead Troops Talk (1992)

Foto karya Jeff Wall yang satu ini seharga US$3,7 juta. Melalui foto ini, Jeff menggambarkan adegan surealis tentara yang terbunuh yang sedang berbicara satu sama lain. Ia menggabungkan realisme teatrikal dengan komentar tentara perang sehingga menjadikannya salah satu karya paling berpengaruh dalam dunia seni fotografi kontemporer.
Untitled (Cowboy) (1989)

Harga fantantis US$3,4 juta karya Richard Prince ini mengambil tema iklan Marlboro. Foto tersebut merefleksikan budaya komersial sekaligus nostalgia Amerika Serikat pada abad ke-19. Secara universal, karya ini memberikan penafsiran kritis tentang identitas nasional.
Harga selangit yang dicapai di balai lelang tersebut menjadi bukti pengakuan dunia terhadap karya fotografi sebagai bentuk seni yang mendalam.*
Sumber:
Foto: (loveincorporated)
Bidik juga:
