Kopi Turki, Bukan Sekadar Minuman Tapi Budaya
Kopi Turki dengan metode seduh yang unik dikenal sebagai salah satu teknik penyeduhan tertua di dunia. Lebih jauh, dalam perkembangannya kopi ini bukan lagi sekadar minuman hangat, tetapi kental dengan unsur budaya.
Sebelum peralatan untuk menyeduh minuman dari biji ini, Turki sudah memperkenalkan penyeduhan kopi dengan cara khusus pada abad ke-16. Cara ini menggunakan pot atau teko tertentu yang kemudian dikenal dengan nama cezve (diucapkan: ‘jezz-va’).
Hal ini memang punya alasan yang kuat. Mengapa? Di dunia kopi, Turki termasuk deretan negara pertama yang mengenal kopi sesaat setelah tanaman bergenus Coffea ini ditemukan di Etiopia. Dari jarak geografis kedua negara juga tampaknya tidak terlalu jauh meski berada di benua yang berbeda.
Dari istana ke seantero dunia
Ada beberapa versi ihwal masuknya biji tanaman kopi masuk ke negara di Eurasia itu. Namun, versi yang paling populer adalah versi Ottoman dari Yaman. Kisah singkatnya, konon pada 1557, Gubernur Ottoman bernama Ozdemir Pasha yang ditugaskan di Yaman mengetahui ada minuman baru yang diolah dari biji kopi di wilayahnya.
Setelah mencicipinya, ia mencoba mengenalkannya kepada Sultan Sulaiman yang Agung. Siapa sangka, sang sultan demikian terkesan sehingga menjadikannya sebagai minuman resmi istana.
Dalam waktu singkat, minuman ini disiapkan oleh profesional kopi yang dikenal sebagai “Kahveci Usta”. Mereka banyak dipekerjakan di istana, pejabat tinggi, dan orang-orang kaya raya saat itu. Mungkin ini boleh dibilang sebagai asal muasal barista modern. Banyak di antara profesional itu juga yang membuka kedai kopi sendiri yang menyajikan kopi Turki dan minuman lezat lainnya.
Mengutip laman courier.unesco.org, kedai kopi pertama dibuka di Istanbul pada 1554, tiga tahun sebelum Ottoman mengenalkannya kepada Raja Sulaiman. Tahun-tahun berikutnya, kopi menyebar ke seluruh dunia. Di Kota Bandung, banyak kafe dan restoran hotel yang menawarkan seduhan kopi dengan metode seperti ini. Anda pernah mencobanya?
“Kopi Turki” tidak berarti kopi yang diproduksi di Turki, tetapi metode pembuatannya, yaitu berkenaan dengan tingkai sangrai dan penggilingan biji kopi.
Hal tersebut juga disampaikan anggota dewan Asosiasi Penelitian dan Budaya Turki Osman Serim. Dalam kopi Turki, biji kopi digiling lebih tipis dari dalam espreso Italia. Hal ini memungkinkan untuk menyajikan kopi dengan bubuk kopi dan bubuk kopi tidak masuk ke mulut.*
Foto: courier.unesco.org
Bidik juga:
