Cahaya Matahari yang Sering “Dimanfaatkan” Fotografer
Cahaya atau sinar matahari bukan hanya penerang alami, tetapi juga telah menjadi inspirasi bagi setiap fotografer. Dalam setiap bingkainya, sering kali cahaya alami matahari memberi nilai yang tinggi dan menakjubkan.
Setiap hari, langit melukiskan mahakarya yang kerap membuat kita berhenti sejenak. Warna-warnanya yang berpadu, menciptakan visual yang menakjubkan sekaligus menghangatkan hati dan memanjakan mata.
Berikut ini beberapa jenis cahaya atau sinar matahari yang sering “dimanfaatkan” fotografer.
Golden hour
Golden hour dalam fotografi mengacu pada foto yang diambil sekitar matahari terbit (sunrise) atau matahari terbenam (sunset). Dictionary.cambridge menyebutnya sebagai periode hari sebelum matahari terbenam atau setelah terbit ketika cahaya lebih merah dan lembut dari biasanya. Fotografi golden hour sangat bergantung pada intensitas rendah, sinar matahari yang sangat jenuh, dan warna langit yang luar biasa.
Blue hour
Pada dasarnya, blue hour terjadi ketika ketinggian matahari antara -4 derajat dan -6 derajat. Ketinggian ini tepat di bawah garis cakrawala sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam.
Durasinya berkisar antara 20–40 menit, bergantung pada cuaca, kualitas udara, dan lokasi geografis pemotret. Jika memotret di dalam kota, nyala lampu jalan dan kendaraan akan menawarkan lapisan pencahayaan yang lebih unik.
Sunrise
Matahari terbit (sunrise) menandakan dimulainya hari saat muncul di balik cakrawala, membawa cahaya setelah malam dan ini terjadi di pagi hari. Cahaya lembut dan warna-warna hangat saat matahari terbit menciptakan suasana yang dramatis dan indah. Tak mengherankan, banyak fotografer yang tertarik untuk mengabadikannya.
Sunset
Sunset atau matahari terbenam menandakan berakhirnya siang hari dan menyambut malam, saat terbenam di bawah cakrawala. Dengan kata lain, sunset merupakan penampakan akhir matahari sebelum terbenam. Gradasi warna dari merah, oranye hingga ungu menciptakan langit yang memukau. Ini menjadi latar belakang yang menarik untuk membidik berbagai subjek.
Cahaya lain yang juga sangat menarik bagi fotografer adalah pelangi dan aurora. Namun, kedua fenomena ini terbilang jarang karena berbagai hal apalagi aurora yang hanya terlihat di daerah kutub.*
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
