Skip links
Kebab

Kebab dan Sejarah Profil Singkatnya

Kebab dengan sejarahnya yang kaya dan variannya yang beragam telah menjadi sensasi kuliner global. Tentu, makanan yang menggiurkan selera ini memiliki cita rasa yang lezat dengan rempah-rempah yang harum.

Hidangan gurih ini telah berinovasi dan beradaptasi dengan berbagai budaya, menciptakan pengalaman gastronomi yang melampaui batas.

Mengutip dari royalnawaab, kata “kebab” sebenarnya berarti “memanggang”. Akan tetapi, dalam versi lain disebut juga patty daging yang dicampur dengan rempah-rempah. Arti kata lainnya adalah “menghanguskan” atau “membakar”.

Sebuah versi menyebut makanan ini bermula dari Persia kemudian menyebar ke negara-negara di jazirah Arab sebelum semakin meluas ke seantero jagat. Meski demikian, kepopuleran makanan ini mendapat tempatnya di Turki mulai abad ke-14. Ketika itu, tentara Turki kerap memanggang potongan-potongan hewan buruan segar yang ditusukkan pada pedang dan dipanggang di atas api unggun.

Hal ini diperkuat oleh aksara Turki Kyssa-I pada 1377. Konon, aksara tersebut hingga saat ini masih menjadi sumber tertua yang diketahui yang menyebutkan kebab sebagai makanan. Teknik memanggang para tentara itu tidak hanya mengawetkan daging, tetapi juga memberinya cita rasa berasap dan arang yang lezat.

Saat menyebar ke berbagai budaya, kebab mengalami beragam transformasi, mengadopsi bahan-bahan lokal dan metode memasak. Umumnya, makanan ini berisi daging cincang (biasanya daging domba) yang dicampur dengan serpihan cabai merah dan rempah-rempah.

Proses memasak

Merendam bumbu berperan penting dalam memberikan rasa pada kebab. Selain rempah-rempah, yogurt dan sari jeruk sering kali dipadukan untuk menciptakan campuran yang harmonis yang melunakkan daging dan memberikan rasa yang khas.

Tak mengherankan, kebab dikenal akan profil rempah yang kuat dan aromatik. Jintan, ketumbar, paprika, kunyit, dan garam masala adalah rempah-rempah umum yang digunakan untuk meningkatkan rasa daging. Dalam proses pembuatannya, memanggang di atas api terbuka dan arang menghasilkan aroma asap pada kekab.

Di seluruh dunia, umumnya makanan ini disantap dengan nasi, salad, dan roti. Hal ini berkat modifikasi masyarakat yang mengaplikasikan budaya yang berbeda dalam setiap proses pembuatan dan gastronominya.*

Foto: munchery

Bidik juga:

Nasi Biryani, Sesuap Kisah dari Persia

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş