Fotografi Udara dan Sekilat Sejarahnya
Fotografi udara (aerial photography) saat ini telah menjadi bidang fotografi yang banyak diminati, bahkan dibutuhkan banyak orang personal maupun korporasi. Di sisi lain, kehadirannya telah banyak memberi manfaat bagi sejumlah pekerjaan.
Namun, tahukah Anda, ternyata fotografi udara pertama kali hadir pada pertengahan abad ke-19?
Ruang gelap dalam balon udara
Foto udara pertama yang diketahui diambil pada 1858 oleh fotografer dan penerbang balon udara Prancis. Ia adalah Gaspard Felix Tournachon yang dikenal sebagai “Nadar”. Pada 1855, ia telah mematenkan penggunaan foto udara dalam pembuatan peta dan survei. Akan tetapi, ia membutuhkan waktu tiga tahun untuk bereksperimen sebelum berhasil menghasilkan foto udara pertama.
Pemandangan desa Petit-Becetre di Prancis pada 1858 itu dipotret dari balon udara yang ditambatkan, ketinggian 80 meter di atas tanah. Tentu saja, ini bukan prestasi yang mudah mengingat kerumitan proses fotografi masa awal yang memerlukan kamar gelap untuk dibawa dalam keranjang balon.
Sayangnya, dokumentasi foto-foto awal Nadar sudah tidak ada lagi. Sampai saat ini, foto-foto udara tertua yang diketahui masih ada adalah gambar Boston karya James Wallace Black pada 1860. Seperti Nadar, James pun memotretnya dari balon udara.
Setelah pengembangan proses pelat kering maka fotografer tidak perlu lagi membawa begitu banyak peralatan. Misi memotret di atas balon udara yang “bebas” pertama dilakukan oleh Triboulet di atas Paris pada 1879.
Layang-layang, merpati, dan roket
Secara bertahap, seiring dengan peningkatan teknologi fotografi, membawa kamera ke angkasa menjadi lebih mudah. Selain balon udara panas, para pionir fotografi awal juga menggunakan layang-layang, merpati, dan roket untuk membawa kamera mereka ke angkasa. Kondisi seperti ini banyak dilakukan para fotografer terdahulu setidaknya sebelum ada penemuan pesawat terbang dan drone.
Teknologi baru
Saat ini, kamera udara cenderung digital dan sebagian besar fotografer udara menggunakan gyro-stabilizer untuk melawan pergerakan pesawat. Gambar yang dihasilkan adalah tampilan udara beresolusi tinggi dengan kualitas luar biasa yang dapat langsung dikirimkan ke desktop pada hari pengambilan gambar.*
Foto: Nadar di atas balon udara. (NYT)
Bidik juga:
