Skip links
Film Perjuangan Tjoet Nja' Dhien

7 Film Legendaris Indonesia Bertema Perjuangan

Film-film Indonesia bertema dan berlatar perjuangan sudah banyak diproduksi sejak era 1970-an, bahkan 1950-an.

Kisah perjuangan rakyat dan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan telah menarik minat para insan perfilman nasional. Para sineas tanah air membangun kembali kisah itu dalam bentuk cerita dan memproduksinya menjadi sebuah film.

Kelas Garasi sedikitnya merangkum tujuh film legendaris bertema perjuangan yang pernah dibikin sineas Indonesia. Apa saja? Yuk, simak uraian berikut ini!

Enam Djam di Jogja (1951)

Film drama perjuangan ini disutradarai oleh Usmar Ismail. Enam Djam di Jogja adalah film hitam-putih dan film kedua yang diproduksi Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Dibintangi Del Juzar, R. Sutjipto, dan Aedy Moward, film ini terbilang sukses pada masa itu dan terus ditayangkan di TVRI hingga 1980-an. Enam Djam di Jogja menceritakan peristiwa faktual dalam sejarah revolusi Indonesia, tetapi dikemas dengan cara fiktif. Mengapa? Sebab, saat itu dirasa dokumen-dokumen yang ada masih belum lengkap sehingga khawatir menyinggung banyak pihak. Meski fiktif, tetapi peristiwa faktual tetap menjadi acuan film ini, yaitu Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Janur Kuning (1979)

Alam Rengga Surawidjaja menyutradarai film Janur Kuning yang dibintangi antara lain oleh Kaharuddin Syah, Eddy Sutomo, dan Dicky Zulkarnaen. Film ini menceritakan tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan latar sekitar peristiwa Enam Jam di Yogya. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam film berdurasi 180 menit itu antara lain Soeharto dan Jenderal Sudirman. Janur Kuning menghabiskan biaya yang sangat besar pada waktu itu, sekitar Rp350 juta.

Kereta Api Terakhir (1981)

Mochtar Soemodimedjo menyutradarai film yang diadaptasi dari Kereta Api Terakhir ke Jogjakarta, roman revolusi ’45 karya Pandir Kelana. Seperti judulnya, film ini mengisahkan perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan, seperti pengungsi memadati kereta dan serangan yang dilancarkan tentara Belanda. Film ini juga mengisahkan kepahlawanan para pegawa kereta api. Kereta Api Terakhir dibintangi antara lain oleh Gito Rollies, Deddy Soetomo, WD. Mochtar, Sofia W.D., Doddy Sukma, dan HIM Damsjik.

Pasukan Berani Mati (1982)

Sebuah kisah romantika revolusi kemerdekaan yang  menceritakan bersatunya rakyat dan tentara untuk bergerilya menghadapi tentara Belanda. Namun, Belanda akhirnya bisa tahu tempat persembunyian mereka. Ada banyak aktris dan aktor yang berperan dalam film garapan Imam Tantowi ini. Mereka antara lain Rini S. Bono, Roy Marten, Eva Arnaz, Barry Prima, WD Mochtar, Dorman Borisman, El Manik, dan HIM Damsjik.

Serangan Fajar (1982)

Film Serangan Fajar merupakan semidokumenter drama perang kemerdekaan Indonesia yang disutradarai Arifin C. Noer. Seperti Janur Kuning, film ini juga mengambil kisah perjuangan yang terjadi di Yogyakarta antara 1945 – 1947. Jajang C. Noer dan Bagong Kussudiardjo membintangi film berdurasi 210 menit ini bersama tokoh fiktif sentral bernama Temon. Lebih dari 10 ribu rakyat Indonesia muncul dalam film perjuangan ini.

Naga Bonar (1987)

Film Naga Bonar mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia di sekitar Medan Sumatera Utara dan dikemas komedi. Deddy Mizwar dan Nurul Arifin membintangi film garapan M.T. Risyaf berdurasi 95 menit ini. Naga Bonar yang diperankan Deddy Mizwar dengan kocak menjadi tentara garis depan dalam perlawanan terhadap tentara Kerajaan Belanda. Sebelumya, ia adalah pencopet yang kerap keluar masuk penjara.

Tjoet Nja’ Dhien (1988)

Sederet aktor dan aktris ternama tanah air ambil peran dalam film berdurasi 150 menit garapan Erros Djarot. Mereka antara lain Christine Hakim, Piet Burnama, Rudy Wowor, Slamet Rahardjo, Rosihan Anwar, Robert Syarif, dan Ibrahim Kadir. Untuk penata musik, Tjoet Nja’ Dhien memercayakan kepada seniman biola Idris Sardi.

Film menceritakan perjuangan gigih perempuan asal Aceh, Tjoet Nja’ Dhien dan kawan-kawan seperjuangannya melawan tentara Kerajaan Belanda yang menduduki Aceh. Perang antara rakyat Aceh dan tentara Kerajaan Belanda menjadi perang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Tjoet Nja’ Dhien tercatat sebagai film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (Prancis) tahun 1989.*

Bidik juga:

5 Film Horor yang Rilis Agustus 2024

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş