Skip links
Tempat Kuliner Legendaris di Kota Bandung

5 Tempat Kuliner Legendaris di Kota Bandung

Bandung tak hanya punya banyak tempat kuliner, bahkan kuliner legendaris yang rasanya tak pernah pensiun. Ia juga punya kenangan yang bisa dikunyah.

Itulah mengapa di kota ini rasa tak sekadar urusan lidah. Ia adalah ingatan. Kuliner bukan tren, tetapi sejarah yang masih bernapas.

Inilah 5 tempat, puluhan tahun, satu rasa: Bandung.

Sumber Hidangan

  • Jl. Braga No. 20–22

Tempat kuliner legendaris yang pertama adalah toko roti dan kue Eropa klasik yang lahir di masa kolonial sejak 1929. Meja kayu, kaca patri, dan aroma mentega seakan menahan waktu agar tak bergerak terlalu cepat.

Menu aneka roti seperti croissant, melkbrood hingga fransbrood bukan sekadar hidangan—melainkan saksi zaman ketika Bandung dijuluki Parijs van Java.

Datang ke Sumber Hidangan bukan soal kenyang. Ini tentang duduk tenang, menghormati masa lalu, dan menikmati rasa yang tak tergesa.

Canary Bakery

  • Jl. Braga No. 16

Toko roti legendaris dengan resep Eropa yang diwariskan lintas generasi. Etalasenya sederhana, rasanya jujur.

Roti cokelat, mocca roll, dan butter cookies dibuat tanpa banyak kompromi. Seperti dulu, dan memang harus begitu.

Canary bukan tentang tren. Ia tentang kesetiaan—pada resep, pada pelanggan, pada waktu.

Mie Baso Linggarjati

  • Jl. Balonggede No. 1

Satu mangkuk mi, bakso, dan kuah bening yang sederhana. Tapi justru di situlah kekuatannya sejak 1950-an.

Tak ada topping berlebihan. Yang ada hanya rasa kaldu yang konsisten dari dulu hingga kini.

Mie Baso Linggarjati mengajarkan kita: kelezatan tak selalu perlu teriak. Kadang ia cukup setia.

Braga Permai

  • Jl. Braga No. 58

tempat kuliner legendaris Bandung

Berdiri sejak 1923, restoran ini tumbuh bersama Jalan Braga—ikon gaya hidup Bandung tempo dulu. Dulu namanya Maison Bogerijen.

Menu klasik Eropa dan Indonesia berpadu dalam suasana yang tenang. Tempat di mana sejarah dan percakapan bertemu.

Di Braga Permai, makan adalah jeda. Dari riuh kota, dari rutinitas, dari lupa akan sejarah.

Kopi Purnama

  • Jl. Alkateri No. 22

Kedai kopi kecil di jantung kota yang selalu ramai oleh cerita sejak 1930.

Kopi hitam, roti selai srikaya, dan suasana akrab. Tak berubah sejak dulu—dan itulah pesonanya.

Kopi Purnama mengingatkan kita: Bandung tak pernah kehilangan rasa, hanya berganti generasi.*

Foto: Braga Permai

Bidik juga:

Menjelajah Street Food Malam Bandung

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş