4 Pusaka Menbud Fadli Zon di Pameran Pusaka Nusantara 2025
Fadli Zon dikenal sebagai seorang politisi dan kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Di balik kiprah politiknya, Fadli Zon adalah seorang budayawan yang punya kecintaan mendalam terhadap sejarah, budaya, dan pusaka tradisional Indonesia.
Kecintaan terhadap kebudayaan Nusantara itu mengantarkannya menjadi kolektor aktif berbagai pusaka, seperti keris, kujang, pedang, dan tombak.
Fadli menyakini bahwa pusaka bukan sekadar benda tua, melainkan simbol peradaban, jati diri bangsa, dan saksi bisu perjalanan sejarah. Menurutnya, pusaka merupakan perwujudan spiritual dan historis. Ia menyatakan bahwa mengoleksi pusaka adalah merawat warisan leluhur dan memperkuat identitas nasional.
Pada Pameran Pusaka Nusantara 2025 di Museum Sri Baduga, Kota Bandung, Fadli Zon menitipkan empat pusaka untuk dipamerkan kepada masyarakat. Penasaran kan?
Keris Sepokal (Lurus)
- Langgam: Melayu-Bugis
- Sarung (wanua): Pasang Timpo Kayu Kemuning
- Pendok: Motif Unga Mata Dettia Bahan Perak
- Ukiran/Pangulu: Patah Tiga
Salah satu jenis keris yang bentuknya lurus (tidak berlekuk) dan bilahnya agak lebar, sering dikaitkan dengan keris khas Melayu Kalimantan Barat, khususnya yang dipengaruhi oleh budaya Bugis.
Keris Luk 11
Jenis keris yang memiliki 11 lekukan (luk) pada bilahnya. Dalam budaya Jawa, keris luk 11 kerap dikaitkan dengan makna kesejahteraan yang terjaga, dan biasanya dimiliki oleh ulama atau tabib.
- Dhapur: Santan
- Pamor: Kulit Semangka
- Sarangka: Ladrang
- Selut: Perak

Kujang Naga/Cangak
Salah satu bentuk kujang, yaitu senjata tradisional Sunda yang memiliki ciri khas menyerupai burung bangau atau cangak dengan bagian ujung yang melengkung ke atas.
Kujang Naga/Cangak
- Pamor: Banyu Mili
- Jumlah lubang: 9
Bentuk kujang yang melengkung, termasuk kujang cangak, merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta. Adapun lubang-lubang pada kujang, termasuk pada kujang cangak, melambangkan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan.

“Pameran ini sangat penting sekali untuk memberikan edukasi tentang kekayaan pusaka-pusaka Nusantara. Ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menumbuhkembangkan museum di Indonesia,” kata Menbud RI Fadli Zon di sela acara pameran yang berlangsung 27 Juli – 31 Oktober 2025.*
Foto utama: disparbud.jabarprov.go.id
Bidik juga:
