3 Desember 1945: Ketika Gedung Sate “Berdarah”
Pada pagi buta yang mencekam tanggal 3 Desember 1945, Gedung Sate bukan sekadar bangunan era kolonial megah. Ia menjadi saksi keteguhan para pemuda pribumi mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung.
Dari tembakan pertama hingga para pegawai yang gugur, peristiwa ini meninggalkan jejak sejarah. Kini, abadi dalam Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Monumen Gedung Sate.
Mari menapak ulang kisahnya—pelan, dengan hati.
Kota yang Baru Merdeka
Bandung masih bernapas dalam euforia kemerdekaan. Akan tetapi, bayang-bayang perang belum sirna.
Situasi Menegangkan Pasca Proklamasi
Pasukan Sekutu kembali ke Bandung dengan dalih menjaga keamanan—nyatanya memicu ketegangan.
Gedung Sate yang Strategis
Gedung Sate jadi rebutan: pusat pemerintahan dan simbol kontrol administratif Jawa Barat.
Para Pegawai Pribumi Bertahan
Pegawai Departemen Pekerjaan Umum memilih bertahan—meski mereka tahu risikonya sangat besar.
Menjelang Subuh, 3 Desember 1945
Masih gelap ketika kabar datang: “Sekutu bergerak ke Gedung Sate!”
Sebelum fajar: Blokade Sekutu
Pasukan Inggris–India (Gurkha) mengepung area gedung yang dibangun pada 1920. Jalan-jalan ditutup.
Ultimatum Keras
Sekutu menuntut gedung diserahkan. Para pegawai menolak. Idealisme menang, meski maut menunggu.
Pukul 11.00: Serangan Dimulai
Tembakan pertama terdengar. Kaca pecah. Perlawanan dimulai. Vuur contact berkecamuk tak seimbang.
Pertempuran dari Ruangan ke Ruangan
21 pribumi yang tergabung dalam Gerakan Pemuda PU bertahan dengan perlengkapan seadanya—melawan pasukan bersenjata lengkap.
Tembok Putih yang Berlumur Debu & Darah
Setiap lantai berubah jadi palagan kecil. Namun, tekad mereka jauh lebih kuat dari senjata.
Gugurnya 7 Pekerja PU
Tujuh putra bangsa gugur dalam tugas: membela gedung, martabat, dan kemerdekaan.
Nama-Nama yang Diabadikan
Suhodo, Didi, Muchtaruddin, Rana, Subengat, Surjono, dan Susilo akan dikenang sebagai pahlawan.
Gedung Sate Jatuh ke Tangan Sekutu
Meski kalah jumlah dan senjata, perlawanan mereka terlawan tanpa tunduk. Pantang menyerah hingga tetes darah penghabisan.
Kota Berduka
Berita gugurnya para pemuda itu menyebar cepat. Bandung terdiam dalam kesedihan.
Jasad yang Sulit Ditemukan
Sebagian jenazah dilaporkan hilang, diduga dibawa atau terkubur dalam kekacauan pertempuran.
Nilai Pengorbanan
Mereka tidak memegang jabatan militer—hanya hati yang cinta tanah air dan cinta kemerdekaan.
Lahirnya Hari Bakti PU
Setiap 3 Desember diperingati untuk menghormati pengabdian dan pengorbanan mereka.
Monumen di Halaman Gedung
Monumen itu berdiri sebagai pengingat: Pengabdian tak selalu memakai seragam.
Gedung Sate Hari Ini
Dari kantor pemerintahan jadi ikon Jawa Barat—dihidupi sejarah yang pernah diguncang peluru 80 tahun lalu.
Kita yang Melanjutkan Cerita
Setiap langkah di Bandung, setiap angin yang melintas Gedung Sate—masih membawa bisik pengorbanan itu.
*
Foto: Dudi Sugandi
Bidik juga:
