Skip links
Bioskop Bandung

19 Bioskop di Bandung Raya: Cerita Layar Kita

Di 19 layar bioskop di Bandung ini, warga dan wisatawan tumbuh, tertawa, jatuh cinta, dan belajar melepas. Setiap kursi punya cerita dan setiap gedung menyimpan jejak kita.

Bandung selalu punya cara merayakan layar—dari pusat kota bersejarah, mal legendaris, sampai kawasan baru yang tumbuh pesat. Bandung bukan hanya kota. Ia adalah ruang kenangan—dan bioskop adalah cahayanya.

Inilah 18 bioskop yang menemani tawa, air mata, dan kenangan warga Bandung dari masa ke masa.

Braga XXI

  • Jl. Braga No. 99–101
  • “Di Braga, setiap langkah selalu terasa seperti pulang.”

Braga sudah menyimpan jutaan jejak sejak era kolonial. Menonton di sini seperti membuka lembaran lama—lampu kuning, bangunan tua, dan aroma nostalgia yang tak pernah selesai.

Empire XXI (BIP)

  • Jl. Merdeka No. 56
  • “Dari masa pageran sampai era digital, tempat ini selalu ada.”

BIP adalah saksi masa remaja banyak warga Bandung. Empire XXI jadi tempat janji pertama, patah hati, dan tawa yang menguatkan. Mall-nya berubah, tapi rasanya tetap sama: hangat.

Ciwalk XXI

  • Jl. Cihampelas No. 160
  • “Di sini, malam Bandung selalu terasa muda.”

Di antara lampu-lampu outdoor dan angin dingin Cihampelas, bioskop ini jadi rumah bagi masa muda Bandung—tempat nongkrong, belajar, dan merayakan hidup.

Festival Citylink XXI

  • Jl. Peta No. 241
  • “Bioskop warga selatan yang selalu penuh cerita.”

Dekat kawasan industri dan perumahan, bioskop ini jadi tempat keluarga melepas penat setelah sepekan kerja.

D’Botanica XXI

  • Jl. Dr. Djunjunan 143–149
  • “Di sini, Bandung terasa lebih pelan dan tenang.”

Karena dekat tol, banyak kisah dimulai dari sini—wisatawan yang baru tiba, keluarga yang ingin melepas penat, atau anak kos yang butuh hiburan terjangkau.

TSM XXI

  • Jl. Gatot Subroto No. 289
  • “Wisata, lampu, euforia, dan layar yang menyatukan semua.”

Sering jadi tujuan wajib wisatawan. Setelah wahana dan keramaian, nonton di sini seperti menutup hari dengan senyum yang lebih panjang.

Transmart Buah Batu XXI

  • Jl. Bojongsoang Raya No. 269
  • “Tempat keluarga Bandung timur dan selatan mencari hangat di akhir pekan.”

Sederhana, dekat rumah, tapi selalu bikin bahagia. Banyak kisah manis bermula dari layar kecil di pojok kota ini.

Ubertos XXI

  • Jl. A.H. Nasution No. 46
  • “Keramaian yang justru membuat kita merasa dekat.”

Ubertos adalah denyut kawasan timur. Bioskopnya selalu ramai—tapi justru di situlah terasa hidupnya Bandung: penuh tawa, sapaan, dan cerita.

Thee Matic Mall XXI

  • Jl. Majasetra, Majalaya
  • “Layar untuk warga yang setia merayakan cerita.”

Di Majalaya, bioskop ini seperti jendela ke dunia—memberi kesempatan menikmati film tanpa harus jauh ke pusat kota.

Summarecon Mall Bandung XXI

  • Jl. Raya Bulevar Barat No. 75–89
  • “Bandung Timur kini punya kebanggaannya sendiri.”

Dengan IMAX megah, bioskop ini melambangkan mimpi baru Bandung. Banyak warga merasakan pertama kalinya nonton di layar super besar di sini.

Jatos XXI

  • Jl. Raya Jatinangor No. 150
  • “Di layar ini, banyak mimpi muda menemukan semangat baru.”

Jatos XXI adalah layar yang menemani ribuan mahasiswa perantau. Di sini, rindu sering larut dalam gelap studio—dan cerita baru dimulai setelah kredit film selesai.

Tenth Avenue XXI

  • Jl. Soekarno-Hatta No. 526
  • “Meski baru, layar di sini hadirkan pengalaman yang bikin betah.”

Kini, jadi favorit warga Bandung timur dan selatan untuk mencari hiburan dengan fitur  mudah dan terjangkau.

CGV Paris Van Java

  • Jl. Sukajadi No. 137–139
  • “Bandung, lampu kuning, dan angin malam yang selalu dirindukan.”

PVJ selalu jadi tempat perhentian terakhir wisatawan. Nonton di sini seperti menutup perjalanan dengan ingatan manis tentang Bandung.

CGV 23 Paskal

  • Jl. Pasir Kaliki No. 25–27
  • “Modern, megah, tapi tetap punya kehangatan Bandung.”

Dekat stasiun, dekat hotel, dekat segala yang baru. Banyak kisah pelancong dimulai dari sini—nonton sambil menunggu kereta pulang.

CGV BEC

  • Jl. Purnawarman No. 7–11
  • “Setelah berburu gadget, layar jadi pelarian yang menenangkan.”

BEC adalah tempat penuh kenangan anak 2000-an. Bioskopnya jadi ruang istirahat bagi siapa pun yang lelah keliling mencari HP baru.

CGV Kings

  • Jl. Kepatihan No. 17
  • “Dari bangunan klasik rakyat Bandung… kini hadir rasa baru.”

Kings lebih dari mal—ia adalah sejarah hidup kota. CGV hadir membawa napas baru tanpa menghapus kenangan lama yang tersimpan di sudut-sudutnya.

CGV Miko Mall

  • Jl. Kopo No. 599
  • “Tempat melepas penat warga selatan, dari pagi sampai malam.”

Miko Mall selalu ramai, tapi justru itu membuatnya hidup. Banyak keluarga merayakan momen kecil di kursi bioskop ini.

CGV Metro Indah Mall

  • Jl. Soekarno-Hatta No. 590
  • “Dari masa sekolah sampai sekarang, tempat ini selalu menemani.”

Sempat jadi primadona Bandung Timur. Banyak anak sekolah menonton di sini diam-diam sebelum pulang—cerita kecil yang selalu lucu kalau diingat lagi.

Cinepolis Istana Plaza

  • Jl. Pajajaran No. 37
  • “IP menyimpan kenangan masa kecil yang tak tergantikan.”

Dari main di Timezone, makan siomay, sampai nonton pertama kali—IP adalah salah satu tempat yang paling melekat di hati warga Bandung.*

Bidik juga:

14 Mall di Bandung, Cerita dan Kenangan

Leave a comment

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom casibom casibom casibom güncel giriş